+Jangan dibandingkan


Disini saya akan melanjutkan tulisan tentang menerima perbedaan, tetapi disini saya akan memeberikan salah satu cara yang lebih spesifik, untuk menerima perbedaan, yaitu dengan tidak membandingkan diri kita dengan orang lain
Maupun orang lain dengan orang lain.

Kenapa kita tidak boleh membandingkan?
lagi-lagi karena manusia berbeda, jadi kita tidak boleh membandingkan,untuk mencapai kebebasan diri kita, dan orang lain, untuk bertanggung jawab/menerima hidupnya,tanpa harus menjadikan orang lain/kita sebagai panutan,karena lagi-lagi, semuanya memiliki fungsinya, jadilah diri anda...


Membandingkan ada dua macam:
Bermaksud merendahkan, dan bermaksud meninggikan.

maksud merendahkan adalah jika kita membandingkan diri kita dengan orang lain yang lebih baik menurut kita,yang membuat kita merasa,cemburu,kesal, iri,dan tidak adil
Walaupun ada potensi untuk menambah semangat, tetapi jika kita sudah merendahkan diri kita,potensi untuk percaya bahwa kita mampu sangat kecil, karena kita sudah menganggap orang lain berbakat dan kita tidak,ini adalah hal yang abu-abu, tapi saya lebih memilih untuk tidak berfikir seperti ini
"dia mah enak orang tuanya kaya"
"dia mah enak orang tuanya baik"
"dia mah enak IQnya gede"

Dan maksud meninggikan adalah
Jika kita membandingkan orang dengan diri kita sendiri atau orang lain,untuk membuat orang itu yang salah, dan kita yang benar
Saya sangat mengharamkan cara berfikir seperti ini, karena akan menimbulkan rasa sombong, rasa spesial,rasa superior dibanding orang lain, biasanya diawali dengan:
"Kalo gue jadi elo"
"kalo gue jadi elo yang orang tuanya kaya mah gue bakal bimbel,beli buku,dll yang bermanfaat,bukan dipake buat pacaran dan hal-hal ngga bermanfaat lainnya"
Atau,
"gue aja yang miskin,pulang malem,tetep belajar, lah elu hidup enak,ngeluh terus"
Inilah contoh2nya membandingkan dengan maksud merendahkan orang lain dan meninggikan diri kita

Walaupun itu sebenarnya bisa dikatakan sebagai kritik, tapi seperti yang dikatakan Tretan Muslim di podcast Dedy corbuzier,
"kalau kita nawarin minum dengan dikasih baik-baik, dengan dilempar itu berbeda"jadi walaupun dengan niatan baik, tapi jika caranya salah akan salah juga,dan dengan membandingkan keputusan orang lain dengan keputusan kita,itu merupakan perbuatan narsist,merasa dirinya spesial,baik, benar

Boleh2 saja kalian mengkritik keputusan orang lain, tapi dengan cara yang baik, tanpa memberikan kesan kitalah yang paling benar, dan tanpa memaksa, merendahkan,dll.berilah pilihan, bukan paksaan, sekali lagi itu karena kita berbeda dan manusia berhak untuk memutuskan yg terbaik untuk dirinya sendiri, kalau membuat keputusan untuk orang lain itu hal yang berbeda.


Kritik, saran, hinaan dipersilahkan....










Komentar

Postingan Populer