+Seleksi hidup
Hidup merupakan runtutan pilihan yang harus dipilih bagi kita yang menjalaninya,dan pilihan-pilihan tersebut bisa dijadikan media yang dapat menseleksi manusia,mana yang memilih untuk berbuat baik,benar,ataupun jahat,manusia diseleksi dari pilihannya sendiri,yang tentu sangat berpengaruh dalam membentuk manusia di masa depannya.
Menjadi orang
sukses,pintar,bijak,cerdas,religius,maupun sebaliknya,itu merupakan seleksi otomatis yang diberikan hidup kepada kita,ingin menjadi apa diri kita dimasa depan adalah pilihan kita,karena tidak melulu hidup adalah tentang mencari jati diri,tapi hidup juga adalah tentang membentuk jati diri,apapun yang kita pilih,akan sangat berpengaruh terhadap apapun yang akan terjadi di masa depan,karena itu dengan tulisan ini tanpa menggurui,saya ingin sharing agar kita dapat mengerti pentingnya pilihan yang kita pilih,dan tentunya seleksi hidup itu ada,kita harus secara sadar menyadarinya dan berfikir secara mendalam akan menjadi apa bila kita memilih suatu opsi yang satu,ataupun opsi lainnya.
Apalagi di zaman modern ini,seleksi hidup menjadi semakin rumit,karena adanya teknologi,internet,dan media sosial,saya tidak mengatakan semakin banyak,dikarenakan setiap zaman ada pilihan yang tidak ada di zaman lainnya,jadi secara kuantitas sama,tapi secara kualitas menjadi semakin sulit dan rumit.
Teknologi berusaha mengembangkan kemudahan manusia untuk bekerja,beraktivitas,dll,tapi karena teknologi juga dapa memundurkan manusia dalam,buruknya moral,akal yang tidak sehat,dan keterbelakangan.Karena teknologi,internet,medsos,dll memberikan pilihan yang dampaknya sangat besar terhadap tiap individu,jika salah dalam memilih keputusan atau salah dalam memilih cara dalam penggunaan,itu akan menjadi salah satu faktor yang akan memundurkan moral,dan akal sehat ditingkatan yang berpotensi bisa sangat buruk.
Oleh karena itu diperlukan kesadaran akan pilihan yang ditentukan oleh manusia,dan kesadaran atas seleksi hidup yang ada dan nyata,saya sebagai penulis memang memahami hal ini,tapi praktiknya saya rasakan benar-benar sulit,dikarenakan sifat alamiah manusia untuk mencari kenikmatan maupun kebahagiaan menjadikan semua pilihan berdasarkan emosi semata,bukan berfikir secara mendalam atau menggunakan akal sehat sebagai faktor keputusannya,kita lebih memilih hanya menggunakan teknologi,internet,medsos,dll,hanya untuk bermain game,menonton porno,membenci orang lain,pamer,melihat gosip,dll yang menjadikannya sosok nyata sebagai manusia dengan otak yang tertutup,dungu,gagal dalam hidup,dan menjadi sampah dalam masyarakat,karena itu kesadaran akan pilihan,dan seleksi hidup sangat penting jika kita ingin dikenal dalam sejarah sebagai sosok yang positif,dan eksistensi kita sangat diharapkan/dibutuhkan dalam masyarakat.
Saya hanya mengambil salah satu contoh faktor seleksi hidup,banyak yang lain,seperti:membaca buku atau tidak,bersikap jujur atau tidak,berprasangka atau tidak,berekspetasi atau tidak,olahraga atau tidak,dan hal-hal lain yang ada dalam opsi hidup kita,tinggal kita pilih mana yang terbaik jika ingin berhasil menjadi homo sapiens,diartikan dalam bahasa indonesia adalah manusia yang bijaksana,itu pilihan anda,karena kita bebas akan pilihan,tapi tidak bebas atas konsekuensi.
Terimakasih telah membaca.
Menjadi orang
sukses,pintar,bijak,cerdas,religius,maupun sebaliknya,itu merupakan seleksi otomatis yang diberikan hidup kepada kita,ingin menjadi apa diri kita dimasa depan adalah pilihan kita,karena tidak melulu hidup adalah tentang mencari jati diri,tapi hidup juga adalah tentang membentuk jati diri,apapun yang kita pilih,akan sangat berpengaruh terhadap apapun yang akan terjadi di masa depan,karena itu dengan tulisan ini tanpa menggurui,saya ingin sharing agar kita dapat mengerti pentingnya pilihan yang kita pilih,dan tentunya seleksi hidup itu ada,kita harus secara sadar menyadarinya dan berfikir secara mendalam akan menjadi apa bila kita memilih suatu opsi yang satu,ataupun opsi lainnya.
Apalagi di zaman modern ini,seleksi hidup menjadi semakin rumit,karena adanya teknologi,internet,dan media sosial,saya tidak mengatakan semakin banyak,dikarenakan setiap zaman ada pilihan yang tidak ada di zaman lainnya,jadi secara kuantitas sama,tapi secara kualitas menjadi semakin sulit dan rumit.
Teknologi berusaha mengembangkan kemudahan manusia untuk bekerja,beraktivitas,dll,tapi karena teknologi juga dapa memundurkan manusia dalam,buruknya moral,akal yang tidak sehat,dan keterbelakangan.Karena teknologi,internet,medsos,dll memberikan pilihan yang dampaknya sangat besar terhadap tiap individu,jika salah dalam memilih keputusan atau salah dalam memilih cara dalam penggunaan,itu akan menjadi salah satu faktor yang akan memundurkan moral,dan akal sehat ditingkatan yang berpotensi bisa sangat buruk.
Oleh karena itu diperlukan kesadaran akan pilihan yang ditentukan oleh manusia,dan kesadaran atas seleksi hidup yang ada dan nyata,saya sebagai penulis memang memahami hal ini,tapi praktiknya saya rasakan benar-benar sulit,dikarenakan sifat alamiah manusia untuk mencari kenikmatan maupun kebahagiaan menjadikan semua pilihan berdasarkan emosi semata,bukan berfikir secara mendalam atau menggunakan akal sehat sebagai faktor keputusannya,kita lebih memilih hanya menggunakan teknologi,internet,medsos,dll,hanya untuk bermain game,menonton porno,membenci orang lain,pamer,melihat gosip,dll yang menjadikannya sosok nyata sebagai manusia dengan otak yang tertutup,dungu,gagal dalam hidup,dan menjadi sampah dalam masyarakat,karena itu kesadaran akan pilihan,dan seleksi hidup sangat penting jika kita ingin dikenal dalam sejarah sebagai sosok yang positif,dan eksistensi kita sangat diharapkan/dibutuhkan dalam masyarakat.
Saya hanya mengambil salah satu contoh faktor seleksi hidup,banyak yang lain,seperti:membaca buku atau tidak,bersikap jujur atau tidak,berprasangka atau tidak,berekspetasi atau tidak,olahraga atau tidak,dan hal-hal lain yang ada dalam opsi hidup kita,tinggal kita pilih mana yang terbaik jika ingin berhasil menjadi homo sapiens,diartikan dalam bahasa indonesia adalah manusia yang bijaksana,itu pilihan anda,karena kita bebas akan pilihan,tapi tidak bebas atas konsekuensi.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar