+Filsafat bahagia
Apa hakikat bahagia?
Bahagia adalah suatu rasa yang timbul akibat sensasi yang aktif dari situasi yang "positif" dan "menyenangkan",tapi apa itu bahagia?,banyak orang yang menjawab apa itu bahagia?,dan ini hanyalah salah satu analisa kognitif saya mengenai arti bahagia.
Eudaimonia.
dalam indonesia yaitu kepenuhan diri/kebahagiaan,tapi apakah tepat kita memberikan kata maupun simbol atau(/) pada kedua kata tersebut?,menurut saya kepenuhan diri dan kebahagiaan itu memilki arti yang berbeda,kebahagiaan adalah kata konkrit dari kata abstrak bahagia,kepenuhan diri bisa kita ubah artinya menjadi "diri yang penuh" (hanya untuk simplifikasi pemahaman).
Jadi tepatkah kita menyamakan arti bahagia dengan diri yang penuh?,jika memang menurut anda seperti itu jawablah dulu pertanyaan dibawah ini:
Bahagia itu sesuatu yang penuh atau sesuatu yang memenuhi?.
Apa pendapat anda mengenai pernyataan orang yang (isi sendiri) lebih bahagia dibandingkan orang yang (isi sendiri)?.
Silahkan jawab terlebih dahulu pertanyaan yang saya ajukan sebelum melihat jawaban saya yang ada dibawah,sudah?.
Jawaban saya untuk pertanyaan pertama
(Bahagia itu sesuatu yang penuh atau sesuatu yang memenuhi?) adalah bahagia merupakan sesuatu yang memenuhi bukan sesuatu yang penuh,apa maksudnya?
(Bahagia itu sesuatu yang penuh atau sesuatu yang memenuhi?) adalah bahagia merupakan sesuatu yang memenuhi bukan sesuatu yang penuh,apa maksudnya?
Kita bayangkan jika ada sebuah gelas diisi dengan air,jadi bahagia itu kondisi dimana gelas itu penuh dengan air,atau air itu sendiri?,dan jawaban saya bahagia adalah air itu sendiri dikarenakan berhubungan dengan pertanyaan kedua(Apa pendapat anda mengenai pernyataan orang yang (isi sendiri) lebih bahagia dibandingkan orang yang (isi sendiri)?.
Orang kaya lebih bahagia dibanding orang miskin.
Mendapat pekerjaan yang baik akan lebih membahagiakan dibanding mendapatkan nilai yang baik disaat lulus.
Banyak pernyataan seperti itu dan memang jika lebih bahagia itu ada.
Oleh karena itulah mengapa bahagia adalah sesuatu yang memenuhi bukan sesuatu yang penuh, adanya orang kaya lebih bahagia dirinya dibandingkan orang miskin,karena kita sepakat bahwa kapasitas orang bahagia berbeda-beda,ada yang kapasitas nya seperti sebuah tangki minyak,karena bahagia menurutnya adalah menjadi orang terkaya didunia,dan ada yang seperti cup es krim karena bahagia menurutnya adalah dapat bernapas dan meminum kopi disaat senja tiba.
Mendapat pekerjaan yang baik akan lebih membahagiakan dibanding mendapatkan nilai yang baik disaat lulus.
Banyak pernyataan seperti itu dan memang jika lebih bahagia itu ada.
Oleh karena itulah mengapa bahagia adalah sesuatu yang memenuhi bukan sesuatu yang penuh, adanya orang kaya lebih bahagia dirinya dibandingkan orang miskin,karena kita sepakat bahwa kapasitas orang bahagia berbeda-beda,ada yang kapasitas nya seperti sebuah tangki minyak,karena bahagia menurutnya adalah menjadi orang terkaya didunia,dan ada yang seperti cup es krim karena bahagia menurutnya adalah dapat bernapas dan meminum kopi disaat senja tiba.
Oleh karena itu apakah benar jika pernyataannya adalah: orang kaya lebih penuh dirinya dibandingkan orang miskin,kan memang kapasitas penuhnya berbeda,jadi istilah tersebut tidak benar untuk digunakan dibandingkan dengan lebih bahagia yang dapat digunakan.jadi bahagia itu adalah air yang mengisi sebuah gelas dan kesedihan adalah ruang kosong yang ada didalam gelas tersebut,jika kita mencapai kebahagiaan maksimal dinamakan kepenuhan diri,dan jika kita mencapai kesedihan maksimal dinamakan kehampaan diri,jadi bahagia adalah sesuatu yang memenuhi,bukan sesuatu yang penuh.
Lalu, Bagaimana caranya agar bahagia?
Banyak orang yang bertanya kepada panutannya,gurunya,orang tuanya,dll bagaimana cara agar hidup kita bahagia?.
Menurut saya banyak cara untuk bahagia,
entah dengan berharap,tidak berharap,berharap dengan usaha,tidak berharap dengan usaha,dll,saya tidak bisa memastikan bagaimana caranya agar bahagia dengan satu jawaban dikarenakan itu terlalu abstrak,jadi mungkin yang salah bukan jawabannya,tapi pertanyaan kita selama ini yang terlalu abstrak,tapi jika pertanyaan kita ubah menjadi bagaimana caranya agar hidup lebih bahagia?,saya melihat satu garis yang bisa menjadi jawaban konkrit untuk pertanyaan tersebut,
Bayangkan lagi jika kita adalah sebuah gelas,air sebagai rasa bahagia,ruang kosong sebagai rasa sedih,dan manusia sebagai kondisi/situasi:
Gelas diisi oleh manusia hingga penuh,dan beberapa saat kemudian manusia meminum air didalam gelas itu,lalu diisi lagi dan diminum lagi,begitu terus setiap hari.
entah dengan berharap,tidak berharap,berharap dengan usaha,tidak berharap dengan usaha,dll,saya tidak bisa memastikan bagaimana caranya agar bahagia dengan satu jawaban dikarenakan itu terlalu abstrak,jadi mungkin yang salah bukan jawabannya,tapi pertanyaan kita selama ini yang terlalu abstrak,tapi jika pertanyaan kita ubah menjadi bagaimana caranya agar hidup lebih bahagia?,saya melihat satu garis yang bisa menjadi jawaban konkrit untuk pertanyaan tersebut,
Bayangkan lagi jika kita adalah sebuah gelas,air sebagai rasa bahagia,ruang kosong sebagai rasa sedih,dan manusia sebagai kondisi/situasi:
Gelas diisi oleh manusia hingga penuh,dan beberapa saat kemudian manusia meminum air didalam gelas itu,lalu diisi lagi dan diminum lagi,begitu terus setiap hari.
Konklusinya adalah manusia yang memiliki kuasa untuk mengisi air dan mengosongkan air,kita gelas tidak bisa menciptakan air sendiri,maupun menghilangkannya,jadi berdamai sajalah jika kebahagiaan dan kesedihan itu memang ada dan kita tak dapat mengendalikannya,atau saya beri analogi air yang lain,bahagia itu seperti ombak di pantai lalu kita berusaha menangkapnya ketika itu datang dan menghindari pantai disaat ombak itu tiada,daripada kita melakukan hal tersebut,bukankan lebih baik kita duduk santai dan membiarkan ombak itu datang dan pergi sesuka mereka,akan lebih indah dan bahagia kan hidup kita?.
Itu juga dapat menjawab pertanyaan tentang bahagia itu bersifat eksternal atau internal?,tentang hal yang ada diluar(harta,tahta,dll) atau internal yaitu secara subjektif sesuai orangnya masing-masing,menurut saya tidak keduanya karena caranya lebih bahagia adalah tidak berpatokan pada apapun dengan hal yang ada diluar,maupun hal yang ada didalam yang dapat berarti kebahagiaan itu dapat dikendalikan dan dimanipulasi(kebanyakan orang-orang yang dikenal bijaksana melakukan seperti ini) saya tidak masalah karena itu pun dapat dilakukan dan saya pun melakukannya,tapi harus disadari bahwa itu adalah kebahagiaan yang palsu jika itu diciptakan oleh kita sendiri,itu adalah air yang palsu jika diciptakan oleh gelas itu sendiri,karena adanya air imajinasi,bukan air yang sebenarnya(saya berbicara tentang apa yang sebenarnya,bukan apa yang sebaiknya).
Itulah hal-hal yang saya pikir keabstrakannya masih bisa dibuat satu garis lurus agar lebih jelas,jika kalian ingin berlatih berabstraksi silahkan jawab pertanyaan saya dibawah ini,dan silahkan tulis jawabannya di kolom komentar.
Jawablah.
Apakah bahagia itu harus mengejutkan?
Apakah harapan yang terkabul ada kaitannya dengan kebahagiaan?
Apakah bahagia harus dalam kondisi eksklusif (hanya kita atau sedikit orang yang merasakan)?
Apakah bahagia adalah kebetulan?
Jika kondisi yang membuat kita bahagia terulang kembali,apakah rasa bahagiaanya akan sama seperti sebelumnya?
Apakah manusia berubah setiap saat,oleh karena itu tidak ada kepastian dalam kebahagiaan?
Apakah sifat tamak membuat manusia susah mempertahankan kebahagiaan?
Apakah rasa bahagia dan rasa nikmat itu sama?
Apakah ada cara bahagia yang sejati untuk semua orang?
Apakah orang yang optimis akan lebih bahagia?
Silahkan dijawab.
Silahkan dijawab.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar