+Keinginan
Kita bebas melakukan apapun yang ingin kita lakukan, namun kita tidak bebas menginginkan apa yang kita inginkan (Schopenhauer)
Hal yang kita inginkan bukanlah "sesuatu", namun sensasi atas tercapainnya "sesuatu" tersebut (Yuval Noah Harari)
Jika kita ingin memiliki kontrol penuh atas segalannya dan masa depan dapat kita tentukan, maka masa depan yang telah ditentukan sudah menjadi masa lalu, itu bukan yang kita inginkan, yang kita inginkan adalah "kejutan" (Alan Watts)
Hal yang menjadikan kita manusia adalah kita ingin terus menginginkan sesuatu (Anthony O'Shea)
Diatas adalah cuplikan pemikiran/hasil penelitian yang disajikan oleh para tokoh dengan latar belakang yang berbeda mengenai keinginan. Saya sendiri bediri pada konsep yang deterministik dan tidak tergoda dengan rayuan kehendak bebas. Namun disamping dari posisi yang saya ambil, saya harap cuplikan diatas dapat menjadi pemicu suburnnya rasa keinginan kita memikirkan apa itu keinginan dan apa yang benar-benar kita inginkan.
Diakui atau tidak, keadaan sosial dan evolusioner sangat mempengaruhi pilihan hidup kita. Pola lahir, sekolah, bekerja, menikah, memiliki anak, pensiun, dan mati. Begitulah pola umum masyarakat hidup, monoton dengan sisipan omong kosong romantisisme, sungguh tidak ada yang salah dengan hal tersebut, semua organisme yang ada di bumi memang memiliki kehidupan yang monoton, jika kita mengacu pada pola, satu-satunya tujuan hidup manusia/organisme yang tak terbantahkan adalah melanjutkan kehidupan itu sendiri, kita hidup untuk keberlanjutan kehidupan dan kita adalah budak dari kehidupan/gen.
Disisi lain kehidupan yang kita inginkan adalah kehidupan dengan keinginan orang yang berbeda-beda, semua orang tidak bisa menjadi superman jika tidak ada yang bisa menjadi orang yang diselamatkan. Kita perlu superman sekaligus mereka yang "lemah" untuk dapat mengabulkan keinginan orang yang ingin menjadi superman tersebut. Kita butuh belasan jenis keahlian untuk menciptakan bom nuklir, dan tidak akan ada pemimpin jika tidak ada yang dipimpin.
Lalu apakah kita harus selalu memimpin?. Dimanakah garis finishnnya?. Dimanakah acara perlombaannya?. Dimanakah cabang olahraga yang tepat untuk kita?. Sungguh tidak pernah ada perlombaan, tidak pernah ada garis finish, tidak pernah ada olahraga, tidak pernah ada pemimpin, kita sendirilah yang menciptakan semuannya. Oleh karena itu jika kita sadar maka tentukanlah garis finish kita sendiri, mungkin memang kita kalah berkompetisi dengan garis finish yang dibuat orang lain/masyarakat secara umum, namun jika kita menentukan bahwa garis finish kita ada ditempat lain, mereka akan berhenti pada garis finish mereka, dan kita mengejar garis finish yang telah kita tentukan sendiri, maka tentu kitalah yang menang. Atau mereka lari kedepan dan kita lari kesamping karena menurut kita garis finish tersebut ada disamping, orang lain menganggap kita kalah dari perlombaan, namun kita sadar bahwa perlombaan dan garis finish itu diciptakan oleh mereka sendiri, lalu kenapa kita tidak membuat perlombaan dan garis finish kita sendiri, sungguh kita dapat selalu memimpin dan sekaligus tidak, karena secara instrinsik kehidupan tidak memiliki pemimpin.
Komentar
Posting Komentar