* Mabuk

Surga pernah memberi seteguk minuman kepada pelanggan.
Yang menaiki burung bermata besar, lembut, namun tak berkaki.
Burung itu hanya dapat membawa dia untuk terbang.
Melewati awan-awan dingin pada naik-turunnya malam dan pagi.

Jujur, daratan menginginkan dia menjadi sinar bulan yang sejati.
Namun apa daya, sulit daratan untuk dapat membantunya.
Dia benar-benar terbang tinggi, lebih tinggi, dan semakin tinggi.
Tiada cahaya nampak dibawah bayangannya, sungguh tidak ada.

"Seberapa jauh perjalanan dapat ditempuh oleh seratus tahun?".
Dengan heran daratan bertanya kepada si pelanggan.
"Dengan burungmu, tidak akan lengkap penjelajahan tanpa ampun".
Raut wajahnya kesal, terbodohi, tak waras, dan menyedihkan.


Komentar

Postingan Populer