+Berfikir negatif itu baik?
Saya tahu berfikir negatif adalah sesuatu yang buruk untuk umum bahkan khususnya orang beragama, tapi entah kenapa saya lebih bahagia dengan diri saya yang slalu berpikir negatif daripada diri saya yang selalu berpikir positif, mungkin ada jawaban secara psikologis atau lain-lain, tapi disini niat saya hanya ingin bercerita,tidak bermaksud untuk mengajak maupun mencerahkan kalian, jadi anggaplah ini sebagai sesuatu perbedaan cara berpikir saja,tidak usah dianggap terlalu serius, oke....
CERITA
Saya lahir pada tahun 2003 dengan keluarga yang berkecukupan saat itu,ayah saya seorang ustadz dan ibu saya seorang ibu rumah tangga, dan kami bahagia.
liburan setiap hari minggu,jika ulang tahun kami makan bersama, dan melakukan kegiatan seperti keluarga bahagia lainnya.
Tapi waktu saya berada di bangku smp,entah kenapa semuanya sedikit berubah
Hari minggu tetap dirumah, jika ulang tahun tetap dirumah, dan terdengar suara teriakan dari ruangan orang tua saya setiap sebulan sekali.
Dan saya tidak mengerti apa apa saat itu, saya selalu dibilang "keluarga kita baik-baik saja" setiap saya bertanya apa yang terjadi walaupun kemarin malamnya terdapat 4 renternir yang datang menemui ayah saya.
Tapi saya selalu percaya, jika semua ini tidak apa-apa dan kita baik-baik saja
Lalu akhirnya orang tua saya bercerai pada saat saya kelas tiga smp,sejak saat itu saya tahu kalau kita ini tidak baik-baik saja
Dan itu membuat saya berkontemplasi beberapa saat.
Dan saat itu saya tahu semuanya bohong
Jika "keluarga kita baik-baik saja"
Pada akhirnya saya memutuskan untuk selalu berkata jujur
Walaupun sebenarnya itu adalah hal yang kejam.
Saya melakukan itu dan entah kenapa reaksi orang tertawa namun beberapa marah ketika kejujujuran itu digunakan pada orang lain bukan diri saya sendiri.
Karena mereka menjaga harga dirinya yang menurut mereka dirinya sempurna, tapi saya terima hal itu, karena namanya juga anak remaja yang menyelsaikan masalah sepele dengan perkelahian, dan solusinya adalah saya meminimalisir dan megukur kapasitas ketersinggungan tiap individu, dan saya sukses!!!!, semua orang tertawa tidak ada yang marah
Disitu saya bangkit karena saya merasa saya memiliki fungsi/eksistensi penting dalam lingkungan.
Tapi setelah semua itu,ayah saya tiba tiba di penjara karena suatu kasus, dan saya jatuh lagi, karena tiba-tiba turunnya tingkat perekonomian keluarga saya disebabkan ayah saya tidak bisa memberikan nafkah, tapi untungnya saya sudah menjadi orang yang humoris, entah kenapa beban itu malah lebih enteng, dan disitu saya sadar, bahwa hidup ini polanya tidak bisa diatur dan kesedihan akan selalu datang karena tidak ada sesuatu di bumi yang dapat membeli kebahagiaan
"uang tidak bisa membeli kebahagiaan"
Memang tidak bisa, dan selain uang pun tidak bisa, jika selagi kita masih hidup di dunia berisi kesedihan ini.
Dan jalan keluar saya adalah,
"BERPIKIR NEGATIF"
Apa yang dimaksud berpikir negatif yang saya terapkan?,
Berpikir bahwa segala sesuatu yang buruk bisa terjadi walaupun kesempatannya hanya 0,000000001% dan kita menerima itu dan mempersiapkan segalanya agar reaksi kita tidak terlalu kecewa,stress, hingga bunuh diri
Apa contohnya
"Besok orang tua saya bisa meninggal, bagaimana caranya agar saya tidak setres"
"Saya ini miskin, bodoh, dan tidak enak dilihat, kemungkinan saya sukses kecil, apa lagi ya, yang harus dilakukan biar kesempatan itu bisa meningkat, dan bagaimana agar saya tidak stres dan bunuh diri jika saya berakhir tidak sukses"
Itulah yang selalu saya pikirkan setiap saat, dan sekarang saya mulai sering membaca buku dengan tujuan meningkatkan potensi kesuksesan saya, saya mulai sering tidak kecewa dengan masalah yang ada
Dan pemikiran ini adalah pemikiran dari saya yang sadar bahwasanya,jika saya ini tidak bisa membaca pola kehidupan
"tenang saja anak lahir rejeki pasti ada"
Inilah yang sering kita dengar dan ini sangat menggangu saya, karena seolah olah kita bisa membaca pola kehidupan ini dengan pasti.
Dan pada bulan september 2019 saya kecelakaan!!!, kaki saya luka luka, kaka saya dengkulnya di jahit 15 jahitan dan yang saya lakukan adalah.........., TERTAWA. .. . sambil berkata "ya owoh masalah akeh emen"
dunia ini adalah KEKACAUAN
SAMPIRAN
Saya hanya bisa bilang jika cara berpikir ini bekerja terhadap saya, tapi orang lain tidak tahu, lebih baik tidak usah dicoba dikarenakan nanti bisa menjadi orang ngeselin kaya saya,hahahaha....
jika di matemetika 2+2=4, tapi di kehidupan 2+2=Bisa berapapun
Dan itulah cerita saya,mohon maaf jika ada salah dalam penulisan atau jelek penulisannya dikarenakan, saya hanya siswa kelas 2 sma yang bodoh dan iseng , silahkan komen jika ada masukan maupun hinaan, karena saya tahu secara umumnya berpikir negatif itu tidak baik.
Terima kasih telah membaca tulisan iseng, yang saya buat jam 9 malam sambil tiduran di kasur........
"uang tidak bisa membeli kebahagiaan"
Memang tidak bisa, dan selain uang pun tidak bisa, jika selagi kita masih hidup di dunia berisi kesedihan ini.
Dan jalan keluar saya adalah,
"BERPIKIR NEGATIF"
Apa yang dimaksud berpikir negatif yang saya terapkan?,
Berpikir bahwa segala sesuatu yang buruk bisa terjadi walaupun kesempatannya hanya 0,000000001% dan kita menerima itu dan mempersiapkan segalanya agar reaksi kita tidak terlalu kecewa,stress, hingga bunuh diri
Apa contohnya
"Besok orang tua saya bisa meninggal, bagaimana caranya agar saya tidak setres"
"Saya ini miskin, bodoh, dan tidak enak dilihat, kemungkinan saya sukses kecil, apa lagi ya, yang harus dilakukan biar kesempatan itu bisa meningkat, dan bagaimana agar saya tidak stres dan bunuh diri jika saya berakhir tidak sukses"
Itulah yang selalu saya pikirkan setiap saat, dan sekarang saya mulai sering membaca buku dengan tujuan meningkatkan potensi kesuksesan saya, saya mulai sering tidak kecewa dengan masalah yang ada
Dan pemikiran ini adalah pemikiran dari saya yang sadar bahwasanya,jika saya ini tidak bisa membaca pola kehidupan
"tenang saja anak lahir rejeki pasti ada"
Inilah yang sering kita dengar dan ini sangat menggangu saya, karena seolah olah kita bisa membaca pola kehidupan ini dengan pasti.
Dan pada bulan september 2019 saya kecelakaan!!!, kaki saya luka luka, kaka saya dengkulnya di jahit 15 jahitan dan yang saya lakukan adalah.........., TERTAWA. .. . sambil berkata "ya owoh masalah akeh emen"
dunia ini adalah KEKACAUAN
SAMPIRAN
Saya hanya bisa bilang jika cara berpikir ini bekerja terhadap saya, tapi orang lain tidak tahu, lebih baik tidak usah dicoba dikarenakan nanti bisa menjadi orang ngeselin kaya saya,hahahaha....
jika di matemetika 2+2=4, tapi di kehidupan 2+2=Bisa berapapun
Dan itulah cerita saya,mohon maaf jika ada salah dalam penulisan atau jelek penulisannya dikarenakan, saya hanya siswa kelas 2 sma yang bodoh dan iseng , silahkan komen jika ada masukan maupun hinaan, karena saya tahu secara umumnya berpikir negatif itu tidak baik.
Terima kasih telah membaca tulisan iseng, yang saya buat jam 9 malam sambil tiduran di kasur........
Komentar
Posting Komentar