+Kepedulian atas keputusan


Peduli pada keputusan hidup seseorang merupakan hal yang sangat baik,dengan memberikan saran,kritik,nasihat,dll,adalah tanda bahwa kita peduli,tapi kita harus ingat pula jika orang yang kita pedulikan juga memiliki kuasa atas hidupnya,jadi kita harus sadar bahwa posisi kita disini sebagai orang yang peduli,bukan orang yang menjalani,kita tidak bisa memaksakan apa yang menurut kita benar kepada orang lain,karena orang yang kita pedulikan adalah manusia,bukan boneka yang bisa dikendalikan dan dikekang semau kita,terus bagaimana cara kita untuk peduli?.


Ada dua tingkatan kepedulian,
Pertama,kepedulian kepada orang yang keputusannya tidak memiliki dampak langsung kepada kita(mainstrem) ,contohnya:
Ada teman kita yang memiliki masalah dengan kekasihnya,dan kita sebagai teman yang baik,menegarkannya dan memberikan solusi maupun saran yang menurut kita dapat menyelsaikan masalah tersebut,tapi perihal  teman kita ingin mengikuti saran kita atau tidak,itu bukan urusan kita,yang terpenting kita telah menunjukan kepedulian dan memberikan kebenaran kita.


Kedua,kepedulian kepada orang yang keputusannya memiliki dampak langsung kepada kita(ekstrem),contohnya:
ayah kita memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang sudah menghidupi keluarga kita sangat lama,tapi suatu hari ayah kita ingin keluar dari pekerjaannya dan mencoba hal baru,kita sebagai anaknya akan menyarankannya untuk tidak keluar karena resikonya adalah ekonomi keluarga(termasuk kita) yang akan menurun atau bahkan jatuh,ayah kita tidak mengikuti apa yang kita sarankan,tapi berbeda dengan tingkatan yang pertama,kita harus terus menerus menyarankannya untuk mengikuti kita,bahkan sampai ada perdebatan dengan intonasi yang tinggi pun kita harus terus memperjuangkannya,bukan memaksanya,karena kita juga akan menjalani keputusan yang akan dipilih jadi kita harus ikut andil dalam pemilihan keputusan tersebut walaupun dengan akhir kebenaran kita tidak menjadi keputusannya.

Memang kita harus peduli kepada semua orang,tapi kita juga harus realistis,jika kita tidak menjalaninya atau bahkan tidak mengetahui dengan jelas bagaimana masalah tersebut terjadi,kita hanya bisa menyarankan apa yang menurut kita benar dan setelah itu biarkan dia memutuskan dengan bebas,jangan sampai muncul kalimat "kalau saya jadi kamu",itu bukan lagi saran,itu merendahkan.


Terimakasih telah membaca.

Komentar

Postingan Populer