+Kebenaran dan Fakta

Sebelumnya saya telah menulis panjang lebar mengenai hakikat kebenaran,tapi disini saya ingin menjelaskan lebih lanjut,yaitu sesuai judul,"kebenaran dan fakta",apa artinya?,dan apa perbedaannya?


Hakikat kebenaran telah saya tulis ditulisan sebelumnya(jika belum dibaca,mohon dibaca terlebih dahulu,karena tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya),singkatnya adalah benar secara objektif itu netral,dan secara subjektif itu rata-rata.


apa kaitannya kebenaran dengan fakta? 


Fakta merupakan kebenaran,tetapi kebenaran belum tentu fakta.
Fakta itu absolut dan tunggal.
Kebenaran pun absolut,tetapi belum tentu tunggal.

Kenapa?


Karena kebenaran dibagi menjadi 2,yaitu kebenaran yang faktual dan kebenaran yang fleksibel/dialektis(berdasarkan sudut pandang seseorang),contoh dari kebenaran faktual  ialah:Hukum alam,benda alam,dll yang sifatnya materialistik,dan jika kebenaran fleksibel/dialektis contohnya ialah:Hukum manusia,persoalan manusia,yang didasari oleh ideologi/sudut pandang kita.


Ada analogi populer untuk menggambarkannya,yaitu,jika ada kotak yang sisi kirinya berwarna merah,sisi kanannya berwarna putih,sisi depannya berwarna kuning,dan sisi belakangnya berwarna hijau(anggap sisa dari sisi-sisi kotaknya tidak terlihat),maka muncul pertanyaan,kotak itu berwarna apa?.


Orang yang melihat sisi kiri bilang itu berwarna merah,orang yang melihat sisi kanan bilang itu berwarna putih,dst.
Lalu mana yang salah?.
(Tidak ada),mereka hanya mengungkapkan apa yang mereka lihat dan itu tidak salah.
Jadi kebenaran dalam model ini tentunya sangat fleksibel dan cenderung dipengaruhi oleh kepercayaan kita,jadi kepercayaan juga bisa diartikan sebagai cara kita melihat sesuatu,seorang komunis akan melihat masalah dari sudut pandang komunisme,orang islam akan melihat masalah dari sudut pandang islamisme,jadi kepercayaan menentukan sudut pandang,lalu apakah ini subjektif?,(iya dan tidak) ,karena itu merupakan sudut mereka melihat suatu hal,tapi dari sudut itu mereka mengobjektifikasi hal tersebut,jadi bisa disebut pula objektif .


Ingat juga bahwa ada kebenaran yang absolut dan tunggal yaitu fakta,fakta tidak bisa kita batalkan dengan sudut pandang,karena fakta itu absolute dan tunggal,jika ada banyak versi fakta,itu berarti kita belum mencapai fakta,fakta harus tunggal.


Pa Andi tidak bisa membayar hutang kepada tuan tanah.
Itu adalah fakta,tetapi apakah Pa andi harus di penjara atau tidak karena hal tersebut, jika tuan tanah ingin memenjarakannya? (itu masuk dalam kebenaran fleksibel/dialektis). 


Saya teringat kesaksian Rocky Gerung di persidangan.(kurang lebihnya seperti dibawah ini,maaf saya lupa-lupa ingat)
Jaksa:"bapa menerimanya dari wa atau ada media yang lain? "
Rocky :"dari wa pa."
Hakim:"facebook?,Twitter,dll"
Rocky:"tidak pak"
Hakim:"oh oke,pak Rocky menerimanya dari wa saja."
Rocky:"mohon maaf pak,tidak pakai saja!,saya menerima dari wa."


Intinya pada saat hakim menyimpulkan bahwa Rocky menerimanya dari wa saja",disitu ada kekeliruan,yaitu hakim mengilhami secara sadar ataupun tidak sadar "fakta" yang ada diluar fakta,yang sebenarnya bukan fakta,kenapa?.


Karena disana ada kata "saja",seolah-olah ada" fakta" lain yang bisa menjadi fakta,yang tidak sesuai fakta,saya "menerima dari wa saja",dengan" saya menerima dari wa",itu berbeda,kalimat pertama itu keliru,yang benar kalimat ke dua,karena faktanya "saya menerima dari wa",kenapa pakai kata "saja"? ,untuk apa? ,memangnya ada hal lain selain fakta tersebut?.


Dan apa sih yang dimaksud absolut? (menurut saya).


Absolut ialah tidak ada sesuatu yang melebihi atau kurang dari suatu hal,jadi jawabannya iya dan tidak,jika kita ambil contoh kata " baik", lebih baik/kurang baik itu bisa digunakan,tetapi jika lebih benar/kurang benar itu keliru,karena benar itu netral,kita anggap sebagai 0,baik sebagai  1,2,3,4,5,dst.


Apakah ada angka yang lebih daripada 1?(ada).
Apakah ada angka yang lebih 0 daripada non 0? (tidak).


Jadi tidak ada yang lebih benar atau kurang benar,itu semua disebut sebagai "salah",tidak lebih/kurang.
misalnya,
Yang benar:hewan itu namanya Beruang.
Si A bilang itu Berugang.
Dan Si B bilang itu sepatu.
Mana yang benar? (tidak ada)
Apakah A lebih benar karena hampir benar? (tidak,mereka memiliki derajat yang sama,yaitu salah!,tidak ada yang lebih benar,mungkin jika diganti "mendekati benar" sepertinya masih bisa digunakan).


Maaf mungkin ini teramat sangat kompleks,ditambah dengan kurangnya kemampuan saya untuk menyampaikan sebuah ide yang membuat tulisan ini lebih sulit dimengerti,oleh karena itu saya meminta maaf,silahkan berikan kritik,saran,bahkan hinaan di kolom komentar yang disediakan.


Terimakasih telah membaca. 








Komentar

Postingan Populer