+Mariefisme

Mariefisme sebenarnya adalah salah satu ide yang saya temukan,tapi jika ada orang yang sudah menemukannya dan mempublikasinya ya maaf.... ,kenapa mariefisme?,karena marief nama saya,isme paham/kepercayaan,jadi mariefisme= kepercayaan saya,biar gampang,saya terlalu malas memikirkan namanya,jadi ini ide saya,tapi bila sudah ada ya maaf...,saya tidak tahu,saya tidak akan mengakui ide orang lain yang saya ketahui sebagai milik saya sumpah dah... ,silahkan membaca.


Mariefisme adalah paham yang mewajarkan segala hal,terutama berkenaan dengan manusia(bahkan tindakan kriminal sekalipun),karena kita terikat dengan hukum sebab dan akibat,tidak ada akibat jika tidak ada sebab maupun sebaliknya(jangan samakan sebab akibat benda mati dengan manusia),misalnya ada seorang pencuri yang ditangkap karena mencuri makanan di pasar,polisi menangkapnya karena dia "salah",dan memang seharusnya seperti itu,tapi paham mariefisme tidak berhenti saja dimana pencuri itu "salah",tapi melihat apa penyebab dia mencuri,entah karena kemiskinan,pendidikan yang kurang,lingkungan yang buruk,dll.


Jadi memang benar kalau pencuri itu "salah" dan harus "dibenarkan",tapi kemiskinan juga" salah",pendidikan juga "salah",lingkungan juga" salah",dibenarkan juga dong....,itulah kenapa mariefisme percaya bahwa semua akibat pasti ada sebab,sebab yang buruk berkemungkinan besar untuk memunculkan akibat yang buruk,dan itu sangat wajar,tapi ingat istilah yang digunakan ialah "mewajarkan",bukan "membiarkan",saya mewajarkan bahwa dia mencuri karena sebab-sebab kenapa dia mencuri,tapi bukan berarti pencuri itu tidak diproses hukum,ya tetap saja hukum harus terus berjalan,jadi pencuri itu harus "dibenarkan",tapi sebab dia mencuri seperti kemiskinan,pendidikan,lingkungan,dll harus "dibenarkan" juga dong.


Karena itu seperti(mungkin ini analogi yang buruk,tapi saya harap pembaca dapat memahaminya)menghilangkan tanaman-tanaman yang rusak,tetapi tanah yang menumbuhkan tanaman-tanaman rusak itu tidak dihilangkan/diganti/diperbaiki,jadi ya tanaman-tanaman rusak itu masih akan tetap tumbuh selagi tanah yang rusak masih menjadi tempatnya bertumbuh dan berkembang.


mariefisme tidak memusuhi perdebatan,hukum,nasihat,dll,mariefisme sangat mendukungnya,("mewajarkan" bukan "membiarkan")mariefisme ingin kita untuk menyalahkan sesuatu dengan objektif,seperti jika ada banjir,pemerintah disalahkan,memang salah,tapi mari kita lebih objektif akan penyebab bencana banjir.


PENYEBAB BENCANA BANJIR VERSI PENULIS.


1. hujan,karena jika tidak ada hujan tidak ada banjir.

2. bulan,jika purnama air naik.

3. kita,kita buang sampah sembarangan,membabat pohon-pohon yang harusnya dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir,untuk gedung,rumah,dll.

4. pemerintah,kebijakan-kebijakan yang tidak tegas dan sistem yang sengaja atau tidak sengaja membiarkan alam rusak,membuat banjir semakin besar kemungkinannya untuk terjadi.


Itulah runtutan pihak-pihak yang seharusnya disalahkan(itu yang saya dapati,jika ada lagi silahkan tulis di bagian komentar),oleh karena itu banjir bukan hanya salah pemerintah,tapi kita juga salah,hujan juga salah,bulan juga salah,jadi mariefisme ingin kita lebih objektif dalam "menyalahkan",akhirnya dapat dibenarkan/diperbaiki dengan benar.


Dan tujuan lain mariefisme adalah menghilangkan rasa benci kita terhadap sesuatu,seperti islamic state yang merupakan tempat yang diduduki oleh kelompok violent ekstrimist isis,tentu mereka harus dihancurkan/diperangi(diluar segala konspirasi tentang isis),tapi kita menghancurkannya bukan karena kita benci,melainkan karena kita cinta mereka terutama kepada anak-anak yang lahir ditempat tersebut agar bisa memiliki akal yang sehat,karena apa sih yang kita harapkan jika kita lahir di sana,kita diajarkan untuk membenci orang diluar kelompok kita sedari kecil,dan dilarang untuk kritis karena itu adalah ketetapan tuhan,apakah kita akan menjadi orang seperti sekarang yang aktif berbicara "isis brengsek","isis jahanam","isis goblok",tentu saja kita dapat berkata hal tersebut karena kita lahir ditempat yang membuat kita bisa menjadi pembenci kelompok tersebut,jadi mari kita hancurkan isis,tapi bukan karena kita benci mereka,tapi karena kita cinta mereka terutama generasi muda yang terdidik dengan kebencian oleh orang-orang tua disana.


Lalu pasti ada yang berfikir jika,
"ah tapi kan walaupun orang yang kondisinya sama buruk belum tentu akhirnya dia jadi orang yang buruk juga,emang mereka goblok aja sih sebenernya mah".


Mariefisme berpendapat bahwa ada tiga hal disini yang harus pembaca pahami yaitu:
1.kesempatan
2.kemauan
3.kesempatan untuk mau
tiga hal diatas bisa dijadikan pokok pertimbangan kita dalam menilai seseorang,maka misalnya,


saya mau belajar fisika,tapi tempat saya untuk mempelajarinya tidak ada,akhirnya saya tidak bisa belajar,(kemauan ada,kesempatan tidak ada).

Tempat yang mempelajari fisika ada dimana-mana,tapi saya malas untuk mempelajarinya,(kesempatan ada,kemauan tidak ada).

Tempat yang mempelajari fisika ada dimana-mana,tapi saya malas mempelajarinya,lalu pada suatu saat saya terpaksa harus mempelajarinya karena suatu hal,dan guru yang mengajari saya sangat menyenangkan,akhirnya saya suka mempelajari fisika,(kesempatan ada,kemauan tidak ada,tapi karena kesempatan untuk mau itu besar disebabkan guru yang menyenangkan tersebut,akhirnya kemauan pun tercipta).

(mungkin jika kesempatan tidak ada,kemauan tidak ada,sepertinya profesi menjadi tuhan,:)


Itu adalah contoh dari argumen kesempatan,kemauan,dan kesempatan untuk mau yang ada di kehidupan kita.


Jadi saya paham jika ada orang yang dididik menjadi preman tapi tidak menjadi preman,dan itu bagus,karena kemauan dia besar untuk tidak menjadi preman,entah karena sudut pandang dia melihat suatu hal,dll.
Tapi jika dia menjadi preman ya sudah wajar-wajar saja,karena kesempatan dia menjadi preman sangat besar,dan kemauan dia yang kecil untuk tidak menjadi preman/kesempatan dia untuk tidak mau menjadi preman tidak ada.


Jadi saya sangat mewajarkan jika ada dua orang dalam kondisi yang sama persis,tapi pada akhirnya menjadi orang yang berbeda jauh,sebab adanya kemauan tersebut yang dapat melawan kesempatan untuk mendominasi,jadi ketiga hal itu harus selaras,kesempatan untuk baik tinggi,kemauan untuk baik tinggi,kesempatan untuk mau baiknya tinggi,jadi kita akan dapat meminimalisir orang yang akan berakhir menjadi orang yang buruk,karena tanahnya sudah baik,ya saya tidak menjamin bila mariefisme dipahami secara universal kita akan mencapai kesempurnaan,semua orang menjadi baik,pintar,sukses,dll,tapi saya menjamin bahwa itu akan meningkat,mungkin yang dulunya hanya 2/10 orang yang menjadi sukses,paling tidak akhirnya menjadi 7/10 orang yang menjadi sukses jika kesempatan,kemauan,dan kesempatan untuk mau itu ada dan tentunya pemerintah memiliki andil yang besar,karena pengaruhnya sangat besar,jadi mariefisme sangat harus menjadi paham para penjabat pemerintahan(sedikit saran boleh lah..).


Oleh karena itu sebagai individu yang menganut mariefisme yang mewajarkan segala hal yang terjadi,karena segala hal mengenai manusia kemungkinan besar terikat hukum sebab akibat,ingat istilah yang digunakan adalah "mewajarkan" bukan "membiarkan",jika ada orang yang salah ya kita "benarkan" tanpa ada rasa
kesal/benci/marah dengan orang tersebut,karena salah itu biasa saja,salah tidak harus ditakuti,tapi hanya cukup disadari dengan berpikir,atau menerima kritik orang lain atas kesalahan kita,dan perbaiki kesalahan tersebut,jadi jangan takut salah.


Dan untuk apa kita membenci sesuatu,memang penulis pun masih jauh dari tingkat tersebut,tapi lihat lah sesuatu dengan
lebih luas/menyeluruh/dalam agar kita dapat lebih santai untuk menyikapi sebuah "keburukan",dan jika ada korupsi silahkan kritik pelakunya,tapi hal-hal yang melonggarkan orang untuk berkorupsi dibenarkan juga dong,untuk apa kita membenci mereka,"koruptor bangsat",koruptor goblok!!! ","koruptor anjing!!!",jika yang korupsi bapa anda masih berani bangsat-bangsatin,goblok-goblokin,anjing-anjingin bapa anda???,masih berani????,tenang lah sedikit,jika ingin mengkritik berikanlah argumen yang jelas,kasar boleh tapi ada isinya,jangan kasarnya saja pemuda.....


Dan mungkin kalian menyadari saya menggunakan "kemungkinan",karena saya sadari jika tidak ada konsep yang sempurna untuk mengatur manusia,lalu diakhiri dengan hasil yang sempurna,karena manusia adalah hal yang sangat abstrak,tidak seperti benda,jika didorong ia akan maju,jika ditarik ia akan mundur,tapi manusia,jika didorong bisa lari jauh,bila ditarik bisa menghindar,karena proses dia menyimpulkan "yang benar" bagi dirinya,jadi yang dapat kita lakukan adalah memaksimalisir dan meminimalisirnya. 


Terimakasih telah membaca.



Komentar

Postingan Populer