+Zona Nyaman
"Keluarlah dari zona nyamaaaannn...",sepenggal lirik yang dirangkai oleh band Fourtwnty,tapi mari kita uji apa yang dimaksud dengan nyaman?,apakah kita tidak seharusnya merasa nyaman?,dan apakah sepenting itu keluar dari zona nyaman?
Menurut Potter & Perry (2006) yang dikutip dalam buku (Iqbal Mubarak,
Indrawati, & Susanto, 2015),rasa nyaman memerupakan keadaan
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan ketentraman (kepuasan
yang dapat meningkatkan penampilan sehari-hari), kelegaan (kebutuhan yang telah
terpenuhi), dan transenden,jadi variable seseorang "nyaman" dan "tidak nyaman" sangatlah beragam,ini bukan hanya mengenai profesi individual,tetapi hal-hal lebih fundamental seperti kebutuhan dasar-pun mempengaruhi kenyamanan individu.
Dalam KBBI,Zona Nyaman adalah posisi/keadaan fisik/psikologis seseorang ketika merasa aman,nyaman,atau bebas dari stress.
Secara biologi Zona Nyaman dapat diartikan sebagai kondisi tempat ketika suhu berada disekitar 28°C sampai 30°C yang dimana tubuh telanjang dapat menahan temperatur tanpa kepanasan atau kedinginan,jika individu menggunakan pakaian akan ada disekitar 13°C sampai 21°C.
Ada studi yang melibatkan orang berusia 21 hingga 99 tahun, menemukan bahwa rata-rata kesehatan mental terus membaik seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Hal itu terlepas dari kenyataan bahwa lansia memiliki lebih banyak masalah kesehatan fisik dan masalah dengan memori, dibandingkan orang yang lebih muda. “Dalam perspektif ini, orang tua memiliki kebijaksanaan yang berasal dari pengalaman hidupnya,” papar Dr. Dilip Jeste, peneliti senior dalam penelitian ini.Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa kenyamanan bukan hanya merupakan pilihan akan tetapi keniscayaan biologis manusia,dan dari sini kita dapat mempertanyakan mereka yang keluar dari "Zona nyaman"-nya dan merasa lebih bahagia,dlsb,itu karena keputusannya mengambil resiko dan berhasil atau hanya karena mereka menua saja?.
Tentu kita tidak dapat mendikotomikan nyaman dan tidak nyaman karena ini berbentuk spektrum,dan mendikotomikan penyebab kenyamanan seseorang pilihan atau keniscayaan karena mungkin kedua hal tersebut bekerja bersama saling tumpang tindih.
Kata "Zona nyaman" Ini bermasalah,kita sebagai manusia ingin "nyaman",tapi narasi yang tersebar kita harus keluar dari zona nyaman,bukankah kalau sudah nyaman tidak seharusnya kita
"Keluar"?
Disini tentu ada perbedaan maksud zona nyaman yang dijabarkan dan zona nyaman mereka,yang bagi saya merupakan ide dan konsep dangkal, sempit,dan puitik,tidak pantas dijadikan konsepsi akademis.
Mari ikuti maksud mereka,argumentasi yang mereka gunakan apabila kita keluar dari zona nyaman kita dapat lebih kreatif,open minded,menyukai tantangan baru,menemukan potensi lain diri,inspiratif,dan lebih percaya diri.Tapi apakah semua itu penting?,apa yang dimaksud "Open minded"?,apa yang dimaksud "Inspiratif"?,apakah percaya diri menandakan dia benar?,dan apakah kita tidak dapat mencapai semua hal itu dengan tetap berada di zona nyaman?
Jawaban seperti biasa saya kembalikan kepada kalian,tapi semoga setelah membaca ini kalian lebih berpikir ketika ingin mengucapkan "keluar dari zona nyaman !!" kepada teman,sahabat,dan orang lain,karena konsepsi ini dihasilkan oleh motivator dan sastrawan/seniman yang tidak bertanggung jawab untuk menjadi benar.
Terimakasih telah membaca....
Komentar
Posting Komentar