#Pahlawan Iblis
Ada seorang Pahlawan
Berpakaian mewah,kuat,tampan, dan elegan
Disorak soraki setiap dia berangkat
Ditunggu tunggu pulang setiap dia beraksi
Dia menjadi Pahlawan karena dia memiliki jumlah mana yang sangat besar, dan sihir-sihir mengerikan, yang dapat membelah gunung dan menguapkan samudra
Dia pun bangga menyelamatkan para warga
Dengan kekuatannya dia mengalahkan ras iblis yg ingin menghancurkan manusia,
Itulah kesehariannya.
Membasmi iblis,bertemu raja,berkumpul dengan bangsawan.
Mejadi orang paling kuat dirasnya, orang orang menghormatinya.
Suatu ketika tibalah kesempatan Sang Pahlawan untuk bertemu sang Raja Iblis
Bertarung dan terus bertarung,hingga
Sihir mereka menggetarkan dunia,mebakar segalanya,seperti akan terjadinya akhir dunia.
Darahpun terus berjatuhan
Dari tubuh Sang Pahlawan dan Sang Raja Iblis,dengan akhir.
Sang Raja Iblis kalah dengan jarum es raksasa yang menancap diperutnya,Sang Raja Iblis mengeluarkan sihir terakhirnya dengan bayaran nyawa, yaitu memberikan kutukan yang berakibat dapat mematikan inti mananya, yang membuat sang pahlawan tak bisa lagi mengeluarkan sihir-sihir mengerikannya, bahkan sihir dasar pun tidak bisa ia keluarkan.
Dia pulang dengan bahagia, membawa kepala Sang Raja Iblis di pundaknya,masuk kewilayah kerajaan manusia, tempat tinggalnya
Tentunya,orang-orang menyorakinya, membangga-banggakannya setelah melihat kepala Sang Raja Iblis dipundaknya.
Mereka semua berpesta atas kemenangan Sang Pahlawan dan kematian Sang Raja Iblis
Sang Pahlawan dipanggil keistana untuk bertemu dengan Sang Raja, dia diberikan uang yang banyak,Sang raja terus menerus memujinya, dan berencana menikahkan anak perempuanya dengan Sang Pahlawan, dengan kata lain menjadikanya raja selanjutnya.
Sang Pahlawan sangat senang akan semua itu.
Tetapi pada saat Sang Raja membicarakan rencana untuk mengalahkan jendral-jendral iblis, dan pasukan iblis yang tersisa, Sang Pahlawan menyelanya, "sepertinya aku sudah tidak bisa bertarung lagi, karena raja iblis telah mematikan inti manaku"
Seisi istana terkejut, dan membiarkan Sang Pahlawan pulang dengan hadiahnya.
Berita tentang kematian Sang Raja Iblis pun tersebar cepat di seluruh dunia, bersama dengan berita matinya inti mana Sang Pahlawan.
Pada pagi harinya setelah beristirahat,Sang Pahlawan keluar dari rumahnya, orang orang tersenyum padanya,
Tapi di tengah jalan dia bertemu dengan para pendekar yang marah, karena telah dipermalukan oleh Sang Pahlawan pada saat mereka ingin menyakiti rakyat biasa,
Sang Pahlawan memukulinya di depan banyak orang dengan maksud memberikan pelajaran agar tidak menyakiti yang lemah.
Tetapi pelajaran itu tidak membuat para pendekar bajingan itu menjadi lebih baik,malahan pelajaran itu dianggap hinaan kepada mereka, dan menghasilkan dendam yang sangat besar kepada Sang Pahlawan
Namun sayangnya Sang Pahlawan terlalu kuat, mereka tidak memiliki kesempatan untuk membalas dendam.
Tapi,sekarang Sang Pahlawan sudah sangat lemah, karena matinya inti mana,dan hal itu sudah diketahui oleh dunia, termasuk para pendekar bajingan itu, dan tentunya ini adalah kesempatan mereka untuk membalas dendam.
Mereka memukuli Sang Pahlawan di tengah
Jalanan umum, Sang Pahlawan terus berkata, "tolong, tolong siapapun, tolong aku"
Semuanya hanya diam menonton dan tidak ada yang menolongnya.
Dia tidak sadar bahwa orang-orang yang menyorak-nyorakinya itu bukan karena mereka menghormatinya, tetapi orang-orang itu menakutinya, karena dia memiliki kekuatan yang sangat besar,jadi tidak ada yang ingin menjadi musuhnya, semua ingin ada disisinya,Sang Pahlawan tidak sadar akan hal itu dan terus meminta tolong, dengan harapan akan ada yang menolongnya,tapi tidak ada yang menolongnya mereka semua diam dan hanya menontonnya, bahkan orang-orang yang menyapa dan memberikan senyuman padanya hanya diam dan menonton.
Karena mereka hanya takut pada kekuatan, dan pada situasi ini pendekar bajingan itu lebih kuat dari Sang Pahlawan,dan sekarang mereka lebih takut kepada para pendekar bajingan itu.
Sang Pahlawan terus dipukuli,ditendang,diludahi,hingga akhirnya dia pingsan.
Akhirnya Sang Pahlawan terbangun di tempat pembuangan sampah, dengan darah bercucuran,air sampah merembes kedalam bajunya(tentu busuk baunya),dia lari ke istana untuk meminta pertolongan kepada raja,untungnya dia tidak dicegat di depan istana karena para penjaga istana sudah diperintahkan untuk membiarkan Sang Pahlawan masuk jika dia datang
Dia lari menuju ruang tahta,masuk, dan langsung berlutut kepada Sang Raja,meminta keadilan untuknya,Sang Raja pun menolaknya, dan menyuruh sang pahlawan mengobati luka-lukanya(karena dengan lumpuhnya sang pahlawan hanya para pendekar bajingan itulah harapan untuk keselamatan umat manusia)
Sang Pahlawan memaksa agar diberi keadilan,akan tetapi...
Sang Raja menyuruh para penjaga untuk mengusir Sang Pahlawan keluar dari istana,
"Penjaga,bawa dia keluar!!!".
Wallaupun Sang Pahlawan sudah ingin dibawa keluar dari Istana dia memberontak.
"akulah sang pahlawan,aku sudah mengalahkan raja iblis, dan kau juga telah berkata, bahwa akan menjadikanku menantumu!!! ", Sang Raja diam sambil melihat Sang Pahlawan dibawa keluar oleh para penjaga.
Sang Pahlawan didorong keluar dari pagar istana,tetapi Sang Pahlawan tetap memberontak untuk masuk kedalam istana dan berbicara lagi kepada kepada Sang Raja.
Tingkahnya dilihat oleh para rakyat kerajaan,dan pandangan sinis diberikan kepada Sang Pahlawan,Sang Pahlawan menyadari itu lalu berhenti memberontak,dan langsung lari dari kearah yang berlawanan dari Istana Sang Raja sambil menangis.
Semua rakyat yang sedang berjalan melihatnya,seorang Pahlawan yang kotor, penuh darah, dan menangis berlari kearah Gerbang Keluar Kerajaan.
Sang Pahlawan menyadari pandangan mereka.
Sang Pahlawan merasa seperti direndahkan,dihina,dibuang oleh mereka.
Sang Pahlawan terus lari untuk keluar dari kerajaan menuju hutan belantara.
Disana dia menangis sangat keras untuk beberapa jam,lalu..... Dia berhenti menangis, dan diam dengan mata seperti mayat, dia terus diam.......
Lalu muncul lingkaran sihir muncul disekitarnya,Sang Pahlawan terkejut dan berdiri melihat lingkaran sihir tersebut, dan lingkaran itu hilang seketika.
Setelah hilangnya lingkaran sihir itu,Sang Pahlawan kembali dikejutkan!!,karena inti mananya kembali hidup dan dia dapat meluarkan sihirnya lagi!.
(Kutukan Raja Iblis itu Dinamakan
"Hati Untuk Mana",yang memiliki kekuatan untuk mematikan inti mana seseorang, tetapi,dapat dihidupkan kembali setelah matinya hati seseorang yang terkena kutukannya,jadi Sang Raja Iblis ingin memperlihatkan kepada Sang Pahlawan bahwa, "kita semua ini sama-sama"iblis",dan kau(Sang Pahlawan) tidak menyadarinya.
Dari situ Sang Pahlawan menyadarinya, dan sekarang dia menjadi "iblis".
Bukannya ingin menyelamatkan ras manusia, tapi sekarang dia ingin membalaskan dendamnya kepada rasnya,dengan tujuan memusnahkan semua"IBLIS"
Dia membunuh seluruh ras iblis,membunuh seluruh ras manusia ,dan sekarang hanya dirinya mahluk hidup berakal yang hidup(binatang tumbuhan masih hidup, wkwkwk).
Ternyata pemikiran ras manusia bahwa,"musnahnya ras manusia disebabkan oleh kemenangan ras iblis" itu salah,karena musnahnya ras manusia disebakan oleh ras manusia,yang membenci rasnya sendiri
Setelah semuanya mati,Sang Pahlawan membunuh dirinya sendiri dengan menancapkan jarum es raksasa ke perutnya.
Berpakaian mewah,kuat,tampan, dan elegan
Disorak soraki setiap dia berangkat
Ditunggu tunggu pulang setiap dia beraksi
Dia menjadi Pahlawan karena dia memiliki jumlah mana yang sangat besar, dan sihir-sihir mengerikan, yang dapat membelah gunung dan menguapkan samudra
Dia pun bangga menyelamatkan para warga
Dengan kekuatannya dia mengalahkan ras iblis yg ingin menghancurkan manusia,
Itulah kesehariannya.
Membasmi iblis,bertemu raja,berkumpul dengan bangsawan.
Mejadi orang paling kuat dirasnya, orang orang menghormatinya.
Suatu ketika tibalah kesempatan Sang Pahlawan untuk bertemu sang Raja Iblis
Bertarung dan terus bertarung,hingga
Sihir mereka menggetarkan dunia,mebakar segalanya,seperti akan terjadinya akhir dunia.
Darahpun terus berjatuhan
Dari tubuh Sang Pahlawan dan Sang Raja Iblis,dengan akhir.
Sang Raja Iblis kalah dengan jarum es raksasa yang menancap diperutnya,Sang Raja Iblis mengeluarkan sihir terakhirnya dengan bayaran nyawa, yaitu memberikan kutukan yang berakibat dapat mematikan inti mananya, yang membuat sang pahlawan tak bisa lagi mengeluarkan sihir-sihir mengerikannya, bahkan sihir dasar pun tidak bisa ia keluarkan.
Dia pulang dengan bahagia, membawa kepala Sang Raja Iblis di pundaknya,masuk kewilayah kerajaan manusia, tempat tinggalnya
Tentunya,orang-orang menyorakinya, membangga-banggakannya setelah melihat kepala Sang Raja Iblis dipundaknya.
Mereka semua berpesta atas kemenangan Sang Pahlawan dan kematian Sang Raja Iblis
Sang Pahlawan dipanggil keistana untuk bertemu dengan Sang Raja, dia diberikan uang yang banyak,Sang raja terus menerus memujinya, dan berencana menikahkan anak perempuanya dengan Sang Pahlawan, dengan kata lain menjadikanya raja selanjutnya.
Sang Pahlawan sangat senang akan semua itu.
Tetapi pada saat Sang Raja membicarakan rencana untuk mengalahkan jendral-jendral iblis, dan pasukan iblis yang tersisa, Sang Pahlawan menyelanya, "sepertinya aku sudah tidak bisa bertarung lagi, karena raja iblis telah mematikan inti manaku"
Seisi istana terkejut, dan membiarkan Sang Pahlawan pulang dengan hadiahnya.
Berita tentang kematian Sang Raja Iblis pun tersebar cepat di seluruh dunia, bersama dengan berita matinya inti mana Sang Pahlawan.
Pada pagi harinya setelah beristirahat,Sang Pahlawan keluar dari rumahnya, orang orang tersenyum padanya,
Tapi di tengah jalan dia bertemu dengan para pendekar yang marah, karena telah dipermalukan oleh Sang Pahlawan pada saat mereka ingin menyakiti rakyat biasa,
Sang Pahlawan memukulinya di depan banyak orang dengan maksud memberikan pelajaran agar tidak menyakiti yang lemah.
Tetapi pelajaran itu tidak membuat para pendekar bajingan itu menjadi lebih baik,malahan pelajaran itu dianggap hinaan kepada mereka, dan menghasilkan dendam yang sangat besar kepada Sang Pahlawan
Namun sayangnya Sang Pahlawan terlalu kuat, mereka tidak memiliki kesempatan untuk membalas dendam.
Tapi,sekarang Sang Pahlawan sudah sangat lemah, karena matinya inti mana,dan hal itu sudah diketahui oleh dunia, termasuk para pendekar bajingan itu, dan tentunya ini adalah kesempatan mereka untuk membalas dendam.
Mereka memukuli Sang Pahlawan di tengah
Jalanan umum, Sang Pahlawan terus berkata, "tolong, tolong siapapun, tolong aku"
Semuanya hanya diam menonton dan tidak ada yang menolongnya.
Dia tidak sadar bahwa orang-orang yang menyorak-nyorakinya itu bukan karena mereka menghormatinya, tetapi orang-orang itu menakutinya, karena dia memiliki kekuatan yang sangat besar,jadi tidak ada yang ingin menjadi musuhnya, semua ingin ada disisinya,Sang Pahlawan tidak sadar akan hal itu dan terus meminta tolong, dengan harapan akan ada yang menolongnya,tapi tidak ada yang menolongnya mereka semua diam dan hanya menontonnya, bahkan orang-orang yang menyapa dan memberikan senyuman padanya hanya diam dan menonton.
Karena mereka hanya takut pada kekuatan, dan pada situasi ini pendekar bajingan itu lebih kuat dari Sang Pahlawan,dan sekarang mereka lebih takut kepada para pendekar bajingan itu.
Sang Pahlawan terus dipukuli,ditendang,diludahi,hingga akhirnya dia pingsan.
Akhirnya Sang Pahlawan terbangun di tempat pembuangan sampah, dengan darah bercucuran,air sampah merembes kedalam bajunya(tentu busuk baunya),dia lari ke istana untuk meminta pertolongan kepada raja,untungnya dia tidak dicegat di depan istana karena para penjaga istana sudah diperintahkan untuk membiarkan Sang Pahlawan masuk jika dia datang
Dia lari menuju ruang tahta,masuk, dan langsung berlutut kepada Sang Raja,meminta keadilan untuknya,Sang Raja pun menolaknya, dan menyuruh sang pahlawan mengobati luka-lukanya(karena dengan lumpuhnya sang pahlawan hanya para pendekar bajingan itulah harapan untuk keselamatan umat manusia)
Sang Pahlawan memaksa agar diberi keadilan,akan tetapi...
Sang Raja menyuruh para penjaga untuk mengusir Sang Pahlawan keluar dari istana,
"Penjaga,bawa dia keluar!!!".
Wallaupun Sang Pahlawan sudah ingin dibawa keluar dari Istana dia memberontak.
"akulah sang pahlawan,aku sudah mengalahkan raja iblis, dan kau juga telah berkata, bahwa akan menjadikanku menantumu!!! ", Sang Raja diam sambil melihat Sang Pahlawan dibawa keluar oleh para penjaga.
Sang Pahlawan didorong keluar dari pagar istana,tetapi Sang Pahlawan tetap memberontak untuk masuk kedalam istana dan berbicara lagi kepada kepada Sang Raja.
Tingkahnya dilihat oleh para rakyat kerajaan,dan pandangan sinis diberikan kepada Sang Pahlawan,Sang Pahlawan menyadari itu lalu berhenti memberontak,dan langsung lari dari kearah yang berlawanan dari Istana Sang Raja sambil menangis.
Semua rakyat yang sedang berjalan melihatnya,seorang Pahlawan yang kotor, penuh darah, dan menangis berlari kearah Gerbang Keluar Kerajaan.
Sang Pahlawan menyadari pandangan mereka.
Sang Pahlawan merasa seperti direndahkan,dihina,dibuang oleh mereka.
Sang Pahlawan terus lari untuk keluar dari kerajaan menuju hutan belantara.
Disana dia menangis sangat keras untuk beberapa jam,lalu..... Dia berhenti menangis, dan diam dengan mata seperti mayat, dia terus diam.......
Lalu muncul lingkaran sihir muncul disekitarnya,Sang Pahlawan terkejut dan berdiri melihat lingkaran sihir tersebut, dan lingkaran itu hilang seketika.
Setelah hilangnya lingkaran sihir itu,Sang Pahlawan kembali dikejutkan!!,karena inti mananya kembali hidup dan dia dapat meluarkan sihirnya lagi!.
(Kutukan Raja Iblis itu Dinamakan
"Hati Untuk Mana",yang memiliki kekuatan untuk mematikan inti mana seseorang, tetapi,dapat dihidupkan kembali setelah matinya hati seseorang yang terkena kutukannya,jadi Sang Raja Iblis ingin memperlihatkan kepada Sang Pahlawan bahwa, "kita semua ini sama-sama"iblis",dan kau(Sang Pahlawan) tidak menyadarinya.
Dari situ Sang Pahlawan menyadarinya, dan sekarang dia menjadi "iblis".
Bukannya ingin menyelamatkan ras manusia, tapi sekarang dia ingin membalaskan dendamnya kepada rasnya,dengan tujuan memusnahkan semua"IBLIS"
Dia membunuh seluruh ras iblis,membunuh seluruh ras manusia ,dan sekarang hanya dirinya mahluk hidup berakal yang hidup(binatang tumbuhan masih hidup, wkwkwk).
Ternyata pemikiran ras manusia bahwa,"musnahnya ras manusia disebabkan oleh kemenangan ras iblis" itu salah,karena musnahnya ras manusia disebakan oleh ras manusia,yang membenci rasnya sendiri
Setelah semuanya mati,Sang Pahlawan membunuh dirinya sendiri dengan menancapkan jarum es raksasa ke perutnya.
TAMAT
Komentar
Posting Komentar