+Antitesis "masuk akal=benar"
Akal manusia memang terbatas,akan tetapi akal-akalan manusia tidak ada batasnya,dan karena akal kita dapat menciptakan fiksi-fiksi seperti "Hukum","Hak asasi","negara",dsb yang diciptakan demi kehidupan yang baik,oleh karena itu kita senang sekali menggunakan akal kita sebagai penentu apa yang benar dan apa yang salah hingga ke dunia matter bukan ide,jika itu masuk akal maka benar,dan jika itu tidak masuk akal maka itu salah,dan saya akan coba untuk menentangnya,karena ada perbedaan diantara seorang yang logis dan seorang materialis,orang yang logis akan mencari logika akan sesuatu itu benar atau tidak,jadi dia menolak kontradiksi,dan seorang materialist akan mencari bukti untuk menentukan itu benar atau tidak.
Sebagai materialist,saya sering menjumpai perkataan "tidak semuanya bisa di-logikakan" yang sesungguhnya saya tidak pernah fokus pada sebuah logika,tetapi saya fokus pada bukti yang ada,dan bukti bentuknya "it is what it is",bukan masalah masuk akal atau tidak,logis atau tidak,suka atau tidak,baik atau buruk,jika buktinya seperti itu ya memang begitu dan kita harus menerimanya.
Saya coba tembak kalian dengan suatu pertanyaan,
"bagaimana cara melogikakan keberadaan pohon?"
Silahkan,coba kalian cari logikanya,hingga dapat kesimpulan bahwa pohon itu ada.
Tentu tidak bisa,karena cara untuk menentukan pohon itu ada atau tidak adalah melihatnya dan jika dia ada maka dia ada,ini bukan masalah masuk akal atau tidak,tapi melihat bukti keberadaan pohon dan apabila buktinya membuktikan pohon itu ada ya pohon ada.
Lalu apa yang masuk akal dari keberadaan pohon?,tidak ada,mungkin yang masuk akal adalah ketika kita melihat diri kita yang diam diatas bumi,dan matahari yang terbit dan tenggelam,kita simpulkan bahwa bumi itu diam dan matahari berputar mengelilingi bumi,itu masuk akal bukan?.
Tapi buktinya berkata bahwa bumilah yang mengelilingi matahari karena A,B,C,D dan tentu itu akan menjadi masuk akal,tapi dari kejadian tersebut kita dapat simpulkan bahwa akal mengikuti fakta,bukan fakta mengikuti akal,jadi fakta terlebih dahulu ada lalu akal meng-iyakannya,tapi jika akal ada terlebih dahulu sebelum fakta,maka tentu bisa terjadi kekeliruan dan ketidaksesuaian.
Jadi berhenti menentukan sesuatu itu benar atau tidak hanya melalui proses akal atau akal-akalan,sekali-kali coba lihatlah buktinya dan jika buktinya sudah lengkap saya yakin itu pasti akan masuk akal,tapi saya tidak berkata untuk tidak menggunakan akal yang jelas-jelas saya hadirkan kebaikannya pada pembukaan tulisan ini,dan saya harap anda bisa memahami hal-hal apa yang akal bisa menjadi penentu,dan hal-hal apa yang bukti bisa menjadi penentu,dan itu saya serahkan pada kalian masing-masing intensitasnya.
Bukti tidak peduli akan akal,akal mengikuti bukti,akal akan kalah jika bukti tidak meng-iyakannya,dan akal tidak bisa digunakan disegala hal,jadi "masuk akal=benar" itu salah.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar