+pengaruh dan penentu

"Orang tua kaya ngga ngejamin kita sukses"

"lingkungan yang buruk ngga ngejamin kita jadi buruk"


Begitulah argumentasi-argumentasi yang dilontarkan sebagai dialektika "ya dan tidak",tapi saya akan coba memberi batas jelas pada "apa yang menjamin",dan "apa yang tidak menjamin",tentu dengan pertimbangan perhitungan yang seadanya,tapi semoga logis.

Saya pakai contoh
"orang tua kaya tidak menjamin kita sukses"
,yang menjadi alasan saya membahas ini,kalimat ini biasa dikatakan oleh anak-anak yang memiliki orang tua yang kaya dan tidak suka diberi stigma bahwa hidupnya menjadi mudah dibandingkan yang tidak kaya atau miskin,tapi sesuai judul saya membahas "pengaruh dan penentu",jadi memang orang tua kaya tidak menjamin kita sukses(dengan syarat),tapi paling tidak pasti akan mempengaruhi kesuksesan kita,karena kita memiliki akses yang lebih ke banyak hal,yang tak dapat diakses oleh yang miskin.

Tapi pengaruh tidak berarti akan menentukan apa yang akan terjadi,jadi cara kedua adalah lihat setelah anak orang kaya itu sukses,jika dia sukses karena kuliah diluar negri dengan kekayaannya orang tuanya,dia bekerja diperusahaan orang tuanya,maka kekayaan orang tua akan menentukan kesuksesannya,namun bila jika kita selidiki dia sukses karena dia menjalin hubungan dengan banyak orang,belajar mati-matian,atau banyak hal-hal yang tidak berkaitan dengan orang tuanya atau kekayaan orang tuanya maka kekayaan orang tuanya tidak menentukan kesuksesannya,tapi pasti dan tentu mempengaruhi kesuksesannya sedikit banyak.

Pengaruh kesuksesan-pun tidak hanya dimiliki anak orang kaya,anak orang miskin pun jika diselidiki,kemiskinannya bisa menjadi pengaruh kesuksesannya,entah mentalnya yang kuat,sadarnya ia akan berharganya uang,dsb,jadi pengaruh tidak hanya dimiliki oleh pihak yang "diuntungkan",melainkan pihak yang
"dirugikan" pun bisa mendapat pengaruh,tapi penentu lebih berpihak pada pihak yang "diuntungkan",dibanding yang "dirugikan",karena pengaruh pada pihak yang "diuntungkan" lebih banyak,sebab aksesnyanya lebih luas,jadi jika dimaksimalkan perhitungan kasarnya,anak orang kaya yang berusaha dengan maksimal 90% akan sukses,dan anak orang miskin yang berusaha maksimal 50% akan sukses,karena anak orang kaya bisa bersekolah di sekolah terbaik,bisa ikut les-les yang berbiaya "mahal",bisa membeli banyak buku yang "mahal",bisa mobilisasi kemana-mana dengan kendaraan yang "mahal",dan paling tidak jika dia berbisnis,orangtuanya bisa memberikannya modal,yang tidak didapatkan si miskin,dan orang kaya bisa melakukan apapun yang orang miskin bisa lakukan,tapi orang miskin tidak bisa melakukan segala hal yang dapat orang kaya lakukan,jadi penentuan berpihak ke orang kaya.

Jadi gambaran besar apa yang mempengaruhi dan apa yang menentukan saya harap sudah dipahami,pengaruh itu diatas 0% dan dibawah 100%,dan penentu itu 100%,tapi apabila pengaruhnya 90%,bisakah kita simpulkan bahwa itu menentukan kesuksesan/keimanan/kebaikannya.

Jadi stop bilang "orang tua kaya tidak menjamin kesuksesan" jika kesuksesan kita alasan utamanya adalah kekayaan orang tua kita,jadi kekayaan orang tua kitalah yang menjamin kesuksesan kita,dan jika tanpa itu 100% kita tidak akan sukses.

Terimakasih telah membaca.

Komentar

Postingan Populer