+Mahluk yang emosional
Kebijaksanaan adalah kemampuan kita untuk melakukan sesuatu yang benar dari ilmu yang kita miliki,jadi kita harus menjadi rasional jika ingin bijak,kita tidak bisa memasukan kepentingan pribadi dalam keputusan kita jika ingin menjadi bijak.Tapi disisi lain ada jiwa yang menghasilkan emosi-emosi sebagai pengganggu atas kebijaksanaan kita,dan dengan fakta sekarang,kita bisa lihat dengan jelas bahwa,orang yang emosional lebih banyak daripada orang yang rasional/bijak,oleh karena itu dapat disimpulkan jika emosi cenderung mendominasi manusia
Lalu kenapa emosi lebih mendominasi?
-Karena tujuan manusia untuk mencapai kebahagiaan/kenikmatan,yang tentunya membuat opsi yang ada selalu diacukan pada emosi,bahwa ini nikmat/membahagiakan tidak,bukan masalah benar/baik,karena ada kenikmatan jika kita mendahulukan emosi kita daripada melakukan hal yang benar tapi tidak nikmat. Jika kita di tawari ingin minum air putih atau teh manis,kita minta teh manis karena lebih nikmat,walaupun secara rasional dan fakta,air putih itu lebih baik daripada teh manis.
-Manusia adalah mahluk yang belajar tidak memiliki segala ilmu sejak awal,karena itu kita dikutuk terlahir dengan "kacamata kuda",dari hanya bisa melihat dunia dengan satu titik lubang saja,dengan belajar kita dapat menambahkan lubang baru atau bahkan dapat melepas "kacamata kuda" tersebut,dan itulah kutukan mahluk yang belajar,akan selalu berawal dari kegelapan.
-Karena emosi sangat sulit untuk dikendalikan.Manusia tidak tahu kapan akan jatuh cinta,manusia tidak tahu kapan akan bersedih,jadi kesadaran akan itu sangat sulit dikendalikan.
-sifat mengambil jalan pintas yang sudah menjadi budaya manusia dari jaman dahulu. Kita menjelaskan suatu peristiwa dengan sangat penuh prasangka dan tidak ilmiah,mitos muncul karena rasa keingintahuan manusia atas hujan,matahari,kesuburan,dll,tapi tidak memberikan penjelasan ilmiah,dikarenakan manusia ingin penjelasan yang cepat,dan berakhir dengan mengambil jalan pintas,yaitu hantu,dewa,naga,dll,jadi mengambil jalan pintas adalah salah satu budaya kita.
-Agama.
Agama menjadi petunjuk bagi kita,dan harapan pada saat tidak ada harapan lagi jika kita melogikakannya,tuhan hadir untuk memberikan solusi dan harapan atas masalah yang diderita,dan menjanjikan surga kepada kita,sangat emosional sekali bukan?
-Takdir
Manusia berbeda-beda atas kecerdasan/cerita hidup,yang membuat ketidak adilan dalam bakat untuk rasional,dan ketidakadilan dalam hal emosional,kita terlahir cacat,iq kita kecil,kekompleksan hidup tersebut membuat kita terpaksa untuk menjadi emosional,karena kita berkembang dari belajar,bukan robot yang sudah ditanamkan ilmu sejak awal dan tidak ada perjuangan oleh robot tersebut untuk mendapatkan ilmu,sedangkan kita harus berusaha untuk mendapatkan sebuah ilmu dan jika kita ingin tahu kebenaran kita harus tahu kesalahan terlebih dahulu,kesalahan itu adalah hal yang emosional,jadi kebijaksanaan total bukanlah keharusan bagi manusia,karena tidak ada salahnya jika salah dalam belajar.
ada banyak alasan-alasan lain,seperti lingkungan,keluarga,guru,kecocokan,kemalasan,dan lain sebagainya,tapi ini hanya garis besarnya saja,jika menjelaskan semua alasan akan ada ratusan,karena kompleksitas manusia yang memiliki banyak potensi atas sebab.
Dunia ini seperti papan puzzle,kita sebagai rangkaian puzzle tersebut,dan setiap rangkaian itu berbeda bentuk dan ukurannya,tapi saling melengkapi,jika anda ingin menjadi orang yang bijak,rasional silahkan,jika anda ingin menjadi emosional silahkan karena pasti ada tempat untuk itu dan juga kita pasti pernah benar dan pernah salah,tidak ada yang sempurna,oleh karena itu kebijaksanaan bukan predikat yang abadi,kita terkadang bijak tapi pasti ada kekeliruan yang kita lakukan dan itu wajar jadi untuk apa mengkotak-kotakan?,kita bijaksana dan dewasa di suatu waktu,tapi kita akan keliru dan kekanak-kanakan di waktu lainnya,jadi argument yang ada diatas itu jika anda melakukannya,ya tidak apa-apa,kita manusia kok,tentu ingin bahagia,kita bebas akan pilihan,tapi tidak bebas akan tanggung jawab,okelah kalo begitu.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar