+Teori Kebahagiaan dan koinisme
Manusia memilik 2 kepribadian,kepribadian rasional dan kepribadian emosional,rasional melahirkan kalkulasi,emosional melahirkan prasangka,kolaborasinya melahirkan empati dan realistis.
Kalkulasi mengarahkan kita pada kelogisan dan kebenaran,empati dan realistis mengarahkan kita pada kedamaian dan kebijaksanaan, prasangka mengarahkan kita pada fanatisme dan kebencian.
Dan semua manusia bertujuan untuk bahagia/kepenuhan diri,bagaimana caranya?
apakah harus menjadi rasional dan selalu benar seperti robot?
Atau menjadi emosional dan baik/jahat seperti binatang?
Atau menjadi emosional dan baik/jahat seperti binatang?
Bukankah contoh diatas keduanya itu bukanlah manusia?,manusia itu memiliki dua kepribadian yang rasional dan emosional,jadi kepenuhan diri manusia dapat tercapai jika keduanya berfungsi atau berkaloborasi.
Terkadang kita rasional tapi terkadang emosional,atau menggunakannya secara bersamaan,dan itulah seharusnya manusia
Tapi untuk mengkaloborasikan itu akan membutuhkan waktu yang relatif lama,karena manusia pada hakikatnya adalah mahluk yang belajar,manusia memperoleh kebenaran bukan karena sudah tahu apa itu kebenaran,tetapi manusia tahu kebenaran karena sebelum itu,mengetahui apa itu kesalahan terlebih dahulu,jadi rasional lahir dari emosional,kita susah bisa secara konstan untuk tetap di salah satunya,atau dikeduanya.
Kita belajar dari pendalaman,pengalaman,dan persetujuan atas pendalaman maupun pengalaman orang lain.
cara untuk mencapai kepenuhan diri,menurut saya adalah mengkoordinasikan diri saya yang rasional dan emosional secara efektif,diri saya yang rasional saya asah dengan berfikir kritis,filsafat,matematika,fisika,dll.
Lalu diri saya yang emosional diasah dengan humor,agama,drama,dll,dengan akhir bisa beradaptasi di segala situasi,dan mengerti apa yang dibutuhkan untuk dilakukan.
Dan juga mengkolaborasikanya agar dapat melahirkan sesuatu yang baru,yaitu diri saya yang dapat merasionalkan dan merasakan emosi diri saya dan orang lain secara mendalam,itulah cara untuk mencapai kepenuhan diri,menjadi manusia seutuhnya,menggunakan emosi saya dan rasio saya dengan efektif maupun menggunakannya bersamaan.
Dan manusia itu cacat,pasti akan keliru,tidak mungkin selalu menjadi benar,kita terkadang berlebihan yang akan menjadi baik/jahat,dan itu dipengaruhi oleh diri kita yang emosional,jadi kebenaran itu sesuatu yang sangat rumit bagi manusia untuk di capai,tapi itulah manusia jika ingin benar, harus berusaha dan sering salah,bukan robot yang selalu benar,jadi butuh waktu yang lama untuk mencapai tingkat mengkolaborasikannya atau efektif dalam mengkoordinasikan keduanya,tapi jika sudah tercapai kita akan bahagia dan damai.
Ini hanya opini,dan saya jauh dari sosok dalam opini yang saya berikan,jika anda 10% mencapai sosok seperti opini saya,anda lebih baik dari pada saya.Dan kebahagiaan yang dimaksud adalah kebahagiaan dengan ukuran yang relatif besar,soalnya saya yakin ada yang berfikir,"ah saya mah minum kopi,sambil ngerokok juga bahagia",tapi tidak apa-apa,jika anda berpikiran seperti itu,saya yakin anda orangnya asik,dan ini adalah cara untuk bahagia secara instrinsik,bukan mewujujudkan sesuatu yang ada diluar,tapi yang ada didalam.
Terimakasih telah membaca
Komentar
Posting Komentar