+Prasangka
Prasangka adalah salah satu bentuk pupuk yang dapat menyuburkan tumbuhnya kebebalan dalam diri manusia,
Prasangka hadir sebagai penghalang jalan kita menuju keobjektifan dalam menyimpulkan,menilai,memaknai, dan memahami sesuatu.
Jika kita membencinya,dia akan selalu salah dan
Jika kita mengaguminya,dia akan selalu benar
Itulah yang selalu terjadi pada masyarakat kita
"orang cina itu pelit"
"orang islam itu teroris"
"orang bertato itu preman"
"aku yakin niatnya baik kok"
"alah pencitraan"
"alah sok suci"
"dia itu orang baik,tidak mungkin melakukan hal seperti itu".
Itulah contoh-contoh prasangka yang timbul di masyarakat.
Fanatisme menjadi pemicu kita untuk mendewa-dewakan sesuatu/seseorang bahwa itu sudah sempurna dan tidak akan ada kesalahan dari kesempurnaan itu.
kebencian menjadi pemicu kita untuk mengiblis-ibliskan sesuatu/seseorang bahwa itu cacat dan tidak ada kebenaran dari kecacatan tersebut,yang membuat kita setingkat dengan binatang,tidak dapat menggunakan akalnya secara efektif,selalu emosi yang menjadu acuan,karena manusia diberikan akal untuk mencari kebenaran,bukan sebagai pajangan.
Memang lebih pendek dari biasanya,terimakasih sudah membaca
Prasangka hadir sebagai penghalang jalan kita menuju keobjektifan dalam menyimpulkan,menilai,memaknai, dan memahami sesuatu.
Jika kita membencinya,dia akan selalu salah dan
Jika kita mengaguminya,dia akan selalu benar
Itulah yang selalu terjadi pada masyarakat kita
"orang cina itu pelit"
"orang islam itu teroris"
"orang bertato itu preman"
"aku yakin niatnya baik kok"
"alah pencitraan"
"alah sok suci"
"dia itu orang baik,tidak mungkin melakukan hal seperti itu".
Itulah contoh-contoh prasangka yang timbul di masyarakat.
Fanatisme menjadi pemicu kita untuk mendewa-dewakan sesuatu/seseorang bahwa itu sudah sempurna dan tidak akan ada kesalahan dari kesempurnaan itu.
kebencian menjadi pemicu kita untuk mengiblis-ibliskan sesuatu/seseorang bahwa itu cacat dan tidak ada kebenaran dari kecacatan tersebut,yang membuat kita setingkat dengan binatang,tidak dapat menggunakan akalnya secara efektif,selalu emosi yang menjadu acuan,karena manusia diberikan akal untuk mencari kebenaran,bukan sebagai pajangan.
Memang lebih pendek dari biasanya,terimakasih sudah membaca
Komentar
Posting Komentar