+apa yang sebenarnya ada dan apa yang sebaiknya ada.
Dunia ini diisi oleh material-material objektif yang dapat dibuktikan secara empiris,seperti pohon,batu,laut,dll.
Namun ada sesuatu yang bereksistensi didunia kita yang tidak ada bukti empirisnya,itu terbentuk dari kesepakatan manusia bahwa hal itu ada dan hal itu baik,tapi yang terjadi sekarang adalah orang-orang tak dapat membedakan mana hal yang muncul dari kesepakatan,atau dari kenyataan.
Dengan argumen bahwa ini yang benar itu yang salah,mereka menganggap hal yang disepakati sebagai hal objektif yang sebanding dengan pohon,batu,laut yang memang nyata dan menyatakan bahwa dirinya nyata,jadi kita harus dapat membedakan apa yang sebenarnya ada,dan apa yang sebaiknya ada,agar dapat berargumen secara komprehensif dan benar.
Kita berdebat tentang lelaki harus maskulin,perempuan harus feminim.
Tetapi itu adalah hal yang berdasarkan kesepakatan bukan kenyataan(Dalam hal ini budaya),tapi kita berbicara seakan itu adalah kodrat lelaki dan perempuan harus seperti itu,lelaki itu berbicara lambat,suara lantang,dan gagah, sedangkan perempuan itu cerewet,sopan,dan alim.
Tetapi itu adalah hal yang berdasarkan kesepakatan bukan kenyataan(Dalam hal ini budaya),tapi kita berbicara seakan itu adalah kodrat lelaki dan perempuan harus seperti itu,lelaki itu berbicara lambat,suara lantang,dan gagah, sedangkan perempuan itu cerewet,sopan,dan alim.
Itulah contoh hasil kesepakatan kolektif yang ada di dunia dan kita masuk kedalam ilusi dari pendahulu-pendahulu kita yang menciptakan ilusi imajinatif ini,memang fiksi itu dapat baik contohnya, uang,hukum,norma,etika yang memicu manusia untuk lebih progresif,itulah apa yang sebaiknya ada dan kita harus bersama-sama mempercayai eksistensinya agar dapat membawa diri kita ke arah yang lebih baik,tapi fiksi imajinatif ini pula digunakan oleh para orang-orang tidak bertanggung jawab untuk melumpuhkan moral manusia dalam berperilaku dan berfikir,para terorist,para liberalis yang berlebihan,para ekstrimis,dsb.
Mereka menggunakan permainan imajinasi ini untuk menanamkan bahwa ini benar dan baik,dan orang orang yang mempercayainya tidak boleh bertanya ataupun meragukannya,jadi mungkin apa yang sebaiknya ada bagi kita sebenarnya itu tidak baik dan korosif.
Jadi kita harus memahami dengan mendalam tentang apa yang sebenarnya ada dan apa yang sebaiknya ada,agar tidak dimakan oleh setan bernama "keyakinan",karena keyakinan yang kacau adalah keyakinan yang berawal dari keyakinan,bukan keyakinan yang berawal dari keraguan,agar kita dapat mengkaji kebaikannya,tidak secara buta meyakini dari mulut orang lain.
Dan kesepakatan,yang ada hanyalah baik dan buruk,tidak ada yang namanya benar dan salah,kecuali tentang menjalankan kesepakatan kata benar dan salah dapat digunakan.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar