#BALAD SI ANJING


BALAD SI ANJING

Suatu hari ada sebuah desa yang sangat kumuh,disana orang-orang dapat saling membunuh untuk bisa makan,dan bahkan banyak yang menjadi kanibal karena tak kuasa menahan laparnya,suara bayi menangis selalu terdengar didesa itu yang disebabkan kelaparan dan kekurangan gizi,banyak mayat yang tergeletak dengan bentuk perut yang sangat langsing,desa ini bernama Desa Deletral yang masuk dalam wilayah Kerajaan Vissarion tetapi tidak pernah merasakan bantuan dari kerajaan itu sendiri,intinya ini adalah desa yang terbuang tanpa seorang bangsawan yang menjaganya.

Didesa itulah seorang anak bernama Balad lahir,dia lahir dari keluarga yang miskin di tempat yang miskin juga,ayahnya harus membahayakan nyawanya setiap hari untuk memberi ia dan ibunya makan,setiap hari ayahnya pulang dengan membawa banyak luka ditubuhnya,darah yang menetes dari tubuhnya,dan ayahnya pun sering terjatuh didepan rumah karena kelelahan.

Tapi itu semua ayahnya lakukan demi bisa mengisi perut sang istri dan anaknya,Sering kali juga ada warga desa yang sudah tua maupun ibu-ibu tidak berdaya yang membawa anaknya mendatangi rumah Balad untuk meminta makanan,karena mereka sudah tidak berdaya untuk mendapatkan makanan sendiri,oleh karena itu ayahnya membagi  makanan  kepada mereka walaupun hanya ada sedikit makanan yang tersedia untuk keluarganya, tapi ayahnya berusaha membantu walaupun banyak yang tidak dapat bagian dikarenakan makanannya sudah tak tersisa.

Walaupun begitu,Balad dan ibunya tidak marah kepada ayahnya,bahkan mereka sangat senang melihat orang tua dan bayi yang tersenyum dikarenakan dapat makan,oleh karena itu Balad sangat mengagumi ayahnya.
Balad tumbuh di Desa Deletral yang keras itu dengan berlatih dan belajar setiap hari,dia selalu melatih fisiknya dan juga kemampuan berpedangnya,karena Balad ingin membantu ayahnya berburu.

Dari pagi sampai siang balad berlatih,dan sorenya balad membaca buku-buku yang ia pinjam dari kepala desa.
Itu sudah menjadi rutinitas balad setiap harinya,hingga pada akhrnya Balad memasuki usia 13 tahun dan menjadi seorang remaja yang lebih spesial dari remaja-remaja lain didesa Deletral,dengan kemampuan fisik dan berpedang yang melampaui orang-orang dewasa didesanya,ditambah kecerdasannya dalam segala hal mungkin bisa dikatakan tertinggi di Desa Deletral,dengan kemampuan seperti itu akhirnya Balad diizinkan oleh ayahnya untuk membantunya berburu,tentunya Balad sangat senang karena itulah keinginanya selama ini,

Ayah:"Balad ayo ikut ayah berburu!"

Balad:"Bener yah?????"

Ayah:"Iya,tapi tetap didekat ayah dan patuhi semua perkataan ayah,oke!!! "

Balad:" Hore!!!!! "

Jadi sekarang ada rutinitas baru di hari-hari Balad yaitu membantu ayahnya berburu di pagi hari hingga siang hari,itu dapat dihitung sebagai latihan yang diganti,dari latihan yang menjadikan pohon sebagai samsak,sekarang ia harus menghadapi mahluk buas yang akan menjadi santapan ia dan keluarganya di malam dan pagi hari.
Lalu suatu hari disaat balad dan ayahnya berburu hewan liar,ia bertemu dengan sekumpulan harimau dihutan tersebut,ayahnya terkejut.

Ayah:"mereka seharusnya tidak berada disini, mengapa mereka disini??? ,BALAAAAADDD LARIIII!!!!!! "

Balad:"tapi bagaimana denganmu yah??"

Ayah:"JANGAN PERDULIKAN AKU CEPAT LARI!!!!! "
(Balad berlari sambil menangis kembali kerumahnya)

Balad:"IBU,IBU AYAH BU......." (sambil menangis)

Ibu:"Ayah kenapa Balad???? "

Balad:" Ayah bertarung dengan sekumpulan harimau bu!!! ....hu...huhu.. hu..hu"(masih menangis)

Kaki ibunya langsung lemas tak berdaya mendengar apa yang Balad ucapkan,lalu dia langsung bangun dan melapor ke kepala desa dengan Balad yang mengejarnya di belakang.

Ibu:"Tolong, tolong....,Kepala desa tolong suamiku,dia sedang bertarung dengan sekumpulan harimau,tolong dia....." (sambil menangis)

Kepala desa:"Maaf bukannya aku tidak mau membantumu,tapi apalah daya diriku ini yang sudah tua,ditambah suamimu adalah satu-satunya orang yang baik didesa ini,desa ini hanya memiliki bandit-bandit yang memang tidak pernah menyakiti warga desa,tapi tidak pernah juga membantu warga desa,jadi maafkan aku,aku tidak bisa membantumu...... "

Ibu:" Tolonglah kepala desa....,tolong....,tolong suamiku.... "

Kepala desa:" Maaf... "

Ibunya menjadi sangat emosional dan ingin pergi ke hutan menyelamatkan
ayahnya,tapi itu dihentikan oleh Balad,yang ia tahu bahwa ayahnya sudah pasti telah mati,dan walaupun belum,Balad dan ibunya yang lemah tidak akan dapat membantu apa-apa untuk menghadapi harimau-harimau tersebut,sambil menangis Balad terus memeluk ibunya dengan maksud menahannya.

Ibu:"BALAAAADD!!!!, LEPASKAN IBU!!!! "

Balad:" (...........)"

Ibu:"BALAD CEPAT LEPASKAN AKUUUUU!!!!,BALADDDDD!!!!!!!! "

Balad terus memeluk ibunya sampai ibunya lelah dan membawanya pulang.

(Dalam kondisi berduka karena hingga malam ayahnya belum pulang.)
Warga:tok...tok..tok..halo...
(Balad membuka pintu)

Warga:" Balad bolehkah aku meminta sedikit makanan untuk aku dan anakku? "

Balad:" maaf untuk hari ini tidak ada,maafkan kami"(Balad langsung menutup pintu)
 
Warga:iya....

warga yang meminta makannan pun langsung pulang setelah melihat wajah Balad yang begitu lusuh,untuk malam ini Balad dan Ibunya tidak makan.

Paginya walaupun masih bersedih karena ayahnya tidak pulang lagi kerumahnya, Balad memutuskan untuk bergabung dengan bandit desa, dikarena dia tidak sanggup untuk berburu di hutan sendirian,bagaimana lagi.....,daripada ia dan ibunya tidak dapat makan,Balad lebih memilih untuk membuang harga diri dan kemanusiaannya untuk melakukan kejahatan,menghadang orang yang lewat,membunuh mereka,dan menjarah barang bawaannya.

Makanan dan uang Balad dapatkan dari menjadi seorang bandit,walaupun dia sedih melihat orang-orang yang dia bunuh,tapi untuk tetap hidup balad harus melakukannya,dan ibunya pun menerimanya dikarenakan itulah satu-satunya jalan,jadi ibunya tidak menentang Balad untuk menjadi seorang bandit.

Balad disenangi oleh para anggota bandit,karena,walaupun masih muda, 
ia sangat cerdik,penjarahan bisa lebih cepat selesai dengan strategi-strategi yang Balad buat,dia mendapat bagiannya dan menyerahkan makanan dari hasil jarahan ke ibunya untuk dimasak dan sebagiannya dibagikan ke beberapa warga desa yang tak berdaya.

Dan sekarang dia memiliki uang,dia sering bulak-balik ke desa sebelah yang sangat lebih baik kondisinya,untuk membeli perlengkapan,seperti pakaian untuk dia dan ibunya,pedang baru,dan buku-buku.

Dengan semua kecukupan yang ia dapatkan, ia tidak melupakan ayahnya yang meninggal,karena Balad berfikir jika ia lebih kuat,ayahnya tidak akan mati,jadi Balad berlatih lebih keras daripada sebelumnya,membaca buku-buku yang dapat meningkatkan kecerdasannya,dan selalu membantu warga desa Deletral,Walau hanya beberapa,tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Sekarang Balad sudah berusia 15 tahun,dia sudah bisa mengalahkan kelompok harimau yang telah membunuh ayahnya,dan dia adalah orang terkuat dan tercerdik di kelompok banditnya,Balad tidak keluar dari kelompok bandit dikarenakan Balad ingin membantu warga desanya agar bisa hidup nyaman,karena jika balad hanya berburu itu tidak akan cukup untuk memberi makan warga desa yang tak berdaya,Balad bercita-cita agar tidak adanya warga desa Deletral yang mati karena kelaparan,kurang gizi,dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kumuhnya Desa Deletral.

Balad diangkat menjadi pemimpin kelompok bandit pada usianya yang masih 15 tahun,dia mengkomandoi orang-orang yang usianya dua kali lipat lebih tua dari dia atau bahkan lebih,tapi mereka mengikuti Balad dikarenakan menghormati kekuatannya dan kecerdikannya.
Kelompok bandit Balad semakin terkenal dikarenakan dia sudah menjarah banyak orang/pedagang,semua orang sudah mengetahuinya,lalu akhirnya mereka tidak lagi melewati rute tempat Balad beraksi dan lebih memilih menempuh jalan yang lebih jauh.

Balad dan kelompoknya tak dapat pemasukan lagi dari menjarah,akhirnya merekapun memutuskan untuk berburu hewan liar,tapi apa daya,pendapatannya sangat sedikit untuk membantu ratusan warga desa Deletral karena hewan liar sangatlah langka dihutan dekat desanya,yang awalnya membaik kini memburuk lagi bahkan lebih parah, dikarenakan sekarang anggota bandit pun ikut kelaparan,berbulan-bulan dengan kodisi itu,kerusuhan pecah didesanya,banyak yang saling membunuh untuk makanan,bahkan kanibaliisme ada
dimana-mana karena tak dapat menahan laparnya.
Dia yang kelaparan dan lemas melindungi ibunya dari kejamnya warga desa.

Tiba-tiba muncul pasukan ksatria berkuda dan berzirah putih yang datang ke Desa Deletral,lalu mencari Balad.

Ksatria:"UNTUK YANG BERNAMA BALAD CEPAT KEMARI!!!,JIKA TIDAK INGIN DESA INI KAMI HANCURKAN!!!!! "

(balad keluar dari rumahnya dan menghadap para ksatria itu)
Balad:" Saya Balad.... "

Ksatria:" TANGKAP DIA!!!!!!! "
(Balad langsung dibekuk dan dibawa oleh para ksatria). 

Balad dibawa menuju ibukota kerajaan,dia dipenjara selama berhari-hari dan dibawa keluar menghadap sang raja beserta keluarganya untuk menjalani pengadilan dengan penjagaan yang ketat disertai belenggu di tangan maupun kakinya,lalu sesampainya disana balad langsung berlutut.

Raja:"Kamu sudah melakukan banyak kejahatan,apa ada pembelaan?? "

Balad:" Tidak ada yang mulia.... "

Raja:" Apakah kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan itu adalah kejahatan yang tak berkemanusiaan?? "

Balad:(sangat kesal karena balad berfikir bahwa ini semua dapat terjadi juga karena raja bajingan ini,tapi balad tau jika dia meluapkannya itu hanyalah kebodohan murni)(sambil bersujud)!!!!!!!!" SAYA TAHU YANG MULIA,SAYA TELAH MEMBUANG KEMANUSIAAN,HARGA DIRI,DAN MORAL SAYA DARIPADA HARUS MATI KELAPARAN DAN MELIHAT ORANG-ORANG DESA SAYA YANG MATI KELAPARAN,BAYI YANG MENANGIS KARENA KURANG GIZI,DAN ORANG-ORANG YANG MEMAKAN SAUDARANYA SENDIRI KARENA TAK KUASA MENAHAN LAPARNYA!!!!!!! "
(Balad meneteskan air mata)

(Beberapa warga Desa Deletral yang ada disana juga ikut menangis,ruangan pengadilan dipenuhi rasa tangis,sang raja dan keluarganya menjadi empati kepada Balad.)

Balad:" SAYA RELA MEMBERIKAN NYAWA SAYA,JADI TOLONG SELAMATKAN DESA DELETRAL YANG MULIA!!!!!!!!"
(BALAD LANGSUNG MEMBENTURKAN DAHINYA SANGAT KERAS DENGAN LANTAI HINGGA DARAH BERCUCURAN DARI DAHINYA,DAN BALAD LANGSUNG TERKAPAR TAK BERDAYA)

Raja:"Cepat selamatkan dia!!!!!!! "

sang ratu,putra mahkota,dan putrinya langsung menangis karena tak bisa lagi menahan air matanya melihat keteguhan seorang pemuda yang hanya berusia 16 tahun,Balad pun dibawa pergi untuk disembuhkan,dan pengadilan dibubarkan.

(Disuatu ruangan,balad siuman.)
Balad:"hah,aku ada dimana?? "

(Muncul seorang pria berpakaian pelayan)

Pelayan:" Tuan Balad anda sedang ada di istana kerajaan,silahkan ini dimakan dan jika tuan Balad masih merasa sakit silahkan lanjutkan istirahatnya,setelah itu kita akan bertemu yang mulia raja. "

Balad:" hah??,kenapa aku disini?,kenapa aku tidak dipenjara?? "

Pelayan:" Untuk itu silahkan nanti tanya langsung kepada yang mulia raja,jika anda butuh sesuatu silahkan panggil saya dengan lonceng yang ada di atas meja,baiklah kalau begitu saya undur diri."

Balad yang masih bingung,memakan makanannya.Setelah makanannya habis dia memanggil pelayan dan memintanya untuk dipertemukan oleh sang raja.

Pelayan:"Apakah anda sudah tidak merasa sakit?,jika masih,lebih baik anda beristirahat terlebih dahulu,itulah yang yang mulia raja perintahkan."

Balad:'Sudah aku sudah tidak apa-apa,tolong bawa aku untuk bertemu yang mulia raja. "

Pelayan:" Baiklah...."

Balad dibawa ke sang raja,setelah dirapihkan penampilannya,dan memakai baju yang formal.

Pelayan:"Yang mulia saya telah membawa tuan Balad "

Raja:" Suruh dia masuk"

Pelayan:"silahkan masuk Tuan Balad"

Balad:"Terimakasih eeee.... "

Pelayan:" Vallen"

Balad:"Ya,terima kasih Vallen"

Pelayan:"Sama-sama tuan Balad"

Pada saat masuk Balad melihat sang raja beserta keluarganya yang duduk menunggunya,setelah itu Balad langsung berlutut dan dipersilahkan duduk oleh sang raja dihadapannya,walaupun dengan perasaan tidak enak,Balad tetap duduk untuk mengikuti perintah sang raja.

Raja:"Baiklah Balad langsung saja,aku minta maaf.... "

Balad:" Tidak tidak,yang mulia,ini bukan salah anda." (walaupun sebenarnya balad ingin berkata sebaliknya,tapi balad tahu itu adalah kebodohan)

Raja:"Tidak ini memang salahku,aku sudah mengirim seorang bangsawan ke Desa mu,tapi sepertinya dia tidak pernah melakukan tugasnya,dan memberi laporan palsu kepadaku jadi akulah yang salah,aku sudah memenjarakannya,oleh karena itu aku minta maaf,dan aku juga sudah mengirim pasokan makanan beserta tenaga ahli ke desa Deletral agar rakyat didesamu dapat hidup nyaman. "

(Balad langsung menangis gembira dan bersujud dihadapan sang raja.)
Balad:" Terimakasih yang mulia raja,yang mulia ratu,pangeran,dan tuan putri,saya sangat berterimakasih. "

Raja:" Sudahlah cepat bangun"
(Sang ratu,pangeran,dan tuan putri tersenyum)

(Balad kembali duduk)

Raja:"ya dan sekarang kau sudah bukan kriminal lagi,kau kuangkat menjadi baron,dan tinggal bersama ibumu di sini,aku akan memberikanmu rumah juga. (Balad ingin sujud lagi)heyyy...... duduk saja tidak usah bersujud(mereka tertawa),dan bulan depan karena kamu akan berusia 17 tahun kamu akan ikut pendidikan di sekolah kerajaan,lalu setelah lulus,baru aku akan memberikanmu tugas sebagai bangsawan,dan putriku Selena juga akan sekolah bersamamu,toh kalian sepantar,jadi tolong sekalian jaga dia ya.... "

Balad:" Tentu yang mulia."
(Balad menengok tuan putri dan tersenyum,lalu tuan putri kembali tersenyum padanya)

(Balad kembali bersujud)
Balad:"TERIMAKASIH YANG MULIA RAJA,YANG MULIA RATU,PANGERAN,DAN TUAN PUTRI ATAS SEGALA YANG KALIAN BERIKAN KEPADAKU,WALAUPUN AKU BUKAN ORANG YANG PANTAS,AKU AKAN BERUSAHA MENJAGANYA AGAR TIDAK MEMBUAT KALIAN KECEWA!!!!! "

Raja dan Keluarganya:" iya......" (ketawa)
(Balad pergi dari ruangan itu)

Lalu diluar istana ada ibunya yang sedang menunggu balad.

Balad:"IBU!!!!! "

Ibu:" Balad!!!!! "

(mereka berpelukan sambil menangis hingga si pelayan datang)

Pelayan:" Tuan Balad ini adalah kunci rumah anda,itu terletak di jalan Marief no. 21,dan ini 200 emas yang diberikan yang mulia kepada anda tuan Balad."

Balad:"Terimakasih Vallen....... "

Pelayan:" Sama sama tuan Balad."
(Vallen pergi)

Balad:"Ibu ayo kita kerumah baru kita."

Ibu:"Rumah apa Balad??? "

Balad:" Rumah baru kita bu,raja memberiku gelar baron dan memberikan rumah untukku."

Ibu Balad sangat senang mendengarnya,dan mereka pergi melihat rumahnya yang sangat mewah,tapi karena Balad tidak tahu apa yang akan dia lakukan sampai pendaftaran sekolahnya,dia hanya berkeliling kota,memberi permen ke anak-anak,dan bercanda dengan para penduduk.

Sering kali juga tuan putri Selena melihatnya dan mendekatinya,tapi waktu tuan putri Selena datang, Balad langsung bersujud,membuat suasana canggung,karena Balad sendiri yang notabenenya seorang bangsawan saja yang bersujud,sedangkan rakyat biasa yang lain hanya menundukan kepalanya,tapi waktu tuan putri Selena menyuruh Balad berdiri,Balad malah berkata "TIDAK TUAN PUTRI,ANJING INI TIDAK PANTAS UNTUK BERHADAPAN DENGAN TUAN PUTRI!!!!."

Membuat suasana semakin canggung dan akhirnya Selena meninggalkan Balad karena malu....
Selain itu juga Balad melanjutkan rutinitasnya, berlatih dengan para ksatria kerajaan dan membaca buku di perpustakaan kerajaan karena raja sudah mengizinkannya,dan sering kali Balad bertemu Selena,lalu reaksinya seperti biasa,yaitu bersujud......

Selena:Balad bangunlah!!!

Balad:TIDAK TUAN PUTRI ANJING INI TIDAK PANTAS!!!!

(Selena kesal dan menarik Balad agar berdiri)
Selena:BALAD!!!!!,BANGUN!!!!!!

Balad:TIDAKK!!!!

Itu terus terjadi bahkan sampai mereka lulus dari sekolah,setiap saat Balad bertemu Selena,Balad bersujud,terkadang canggung terkadang lucu,tapi pada akhirnya Selena dapat memaksa Balad untuk berdiri dihadapannya. (Balad berusia 20 tahun)

Selena:BALAD BANGUN!!!!!!

Balad:TIDAK,ANJING INI TIDAK PANTAS!!!!!!!!

Selena:Jika kamu tidak bangun aku bakalan nangis.......

(Balad akhirnya berdiri)

Selena:(Mencium bibir Balad) Kamu bukanlah anjing,kamu itu laki-laki terbaik yang pernah aku temui.......

TAMAT

TERIMAKASIH TELAH MEMBACA.

Kalo bisa ngegambar,tak bikin komik, tapi bikin garis aja ga lurus, fufufufu.





Komentar

Postingan Populer