+memahami kebahagiaan

Saya memaparkan di sini dan bukan di tulisan sebelumnya,karena saya ingin pemahaman kalian terbuka dulu untuk definisi dan teknisnya yang relatif simpel, karena apa yang akan saya paparkan ini lebih rumit dari tulisan sebelumnya,jadi demi kebaikan bersama saya memaparkanya ditulisan ini,dengan harapan kalian sudah berlatih abstraksi yang saya anjurkan dan dapat memahami secara jelas tentang narasi yang akan saya paparkan .

Kenapa saya berpendapat bahwa cara lebih bahagia adalah dengan cara berdamai dengan adanya kebahagiaan dan kesedihan didalam hidup?,mungkin kalian bertanya-tanya jika kita berdamai itu artinya hal yang terjadi adalah kita akan menjadi orang yang datar dan tidak berambisius.

Tentu bisa diartikan seperti itu jika bahagia yang kalian maksud adalah sesuatu yang final atau tertinggi,itulah kenapa kita ada perbedaan definisi  mengenai kebahagiaan, kebahagiaan yang saya maksud adalah sesuatu yang menjadikan final tersebut, bukan finalnya,jadi itu bukannya akan membuat kita menjadi manusia yang datar dan tidak berambisius,tapi membuat kita lebih memahami tentang fluktuasi kehidupan yang sangat kacau dan tidak menentu.


saya tekankan apa yang saya maksud lebih bahagia itu bukan secara objektif tapi subjektif,karena  kita sebagai subjek terlalu berlebihan dalam menghadapi kesedihan dan satu-satunya cara kita lebih bahagia adalah pemahaman ini.


Mari gunakan analogi dari tulisan sebelumnya.
Kita adalah gelas yang diisi air oleh manusia dan manusia pun meminum air tersebut,namun kita sebagai gelas saat diisi air kita bereaksi bahagia,tapi jika gelas tak dapat pemahaman tentang kenormalan manusia untuk mengisi air dan meminum air dari gelas,kemungkinan hal yang paling besar terjadi adalah gelas akan berlebihan menanggapinya,ketika manusia meminumnya setengah air yang ada di gelas,gelas akan bereaksi bahwa yang diminum itu lebih dari setengah bahkan sampai habis,ataupun manusia yang jahat karena mengambil air darinya.

Oleh karena itu pemahaman ini harus dipahami agar menghindari dari membesar-besarkan kesedihan/masalah,jadi dengan kita berdamai bahwa bahagia itu datang dan pergi berarti kita tetap merasa bahagia dan kita tahu itu akan hilang,lalu kitapun akan merasa sedih tapi kita bisa terhindar dari sifat berlebihan dikarenakan kita tahu bahwa itu dapat hilang dan itu wajar,cara menghilangkan kesedihan atau membuat kita bahagia silahkan kalian putuskan sendiri,karena saya tidak mendefinisikan ini sebagai bagaimana cara untuk bahagia,tetapi cara untuk lebih bahagia,jadi bisa dibilang ini hanyalah pupuk dari tumbuhan,walaupun sebagai pelengkap tapi dapat menyuburkan berbagai jenis tumbuhan yang berbeda beda,oleh karena itu putuskan kalian ingin menjadi tumbuhan apa?.

Jadi bagaimanapun cara kalian bahagia, entah dengan berharap,tidak berharap,dll saya percaya bahwa dengan pemahaman ini kalian akan dapat lebih bahagia daripada tanpanya.


Baiklah,sebenarnya itu saja hal yang ingin saya paparkan dan menurut saya jelas,tapi sekalian saja saya berikan opini yang saya sendiri masih ada keraguan akan hal tersebut,jika ingin dibaca silahkan,jika tidak silahkan.


Saya pun berpendapat bahwa semakin banyak air yang diisi didalam gelas,rasa bahagia yang dirasakan akan semakin besar pula,jadi bahagia itu bisa didapatkan jika kita terkejut,bukan karena sesuatu yang kita yakini atau konstan,semakin kita terkejut akan sesuatu yang kita impikan maupun yang tidak kita impikan tapi berdampak  positif,kita akan semakin bahagia,dapat disimpulkan juga saya skeptis terhadap kondisi kepenuhan diri, karena memangnya ada ya sesuatu yang dapat mempertahankan kebahagiaan seseorang,memang jika kita tiba-tiba mendapat gaji 1 milliar kita akan bahagia, tapi apakah kebahagiaan itu akan tetap ada dan sama,jika gaji 1 milliar itu tetap kita dapatkan setiap bulannya,rasanya akan berbeda dengan kita melonjak bukan?,jadi kepenuhan diri itu mustahil untuk dicapai karena yang membuat kita bahagia adalah lonjakan dari satu titik ke titik lain/kejutan,bukan sesuatu yang tetap dan kita tau pasti 100% akan dapatkan.

Lalu menurut saya kondisi yang membuat kita bahagia adalah kondisi eksklusif(sedikit yang mengalaminya/mendapatkannya)karena bahagia adalah sesuatu yang baik bukan sesuatu yang benar(dalam definisi rata-rata,silahkan jika ingin memahaminya,bacalah tulisan saya sebelumnya dengan judul "benar itu tidak baik") ,dan kondisi yang baik itu tentunya kemungkinan lebih kecil terjadi daripada kondisi yang benar maupun buruk,karena ada keberuntungan yang ikut berkontribusi didalamnya(walaupun itu masuk kedalam kausalitas tapi kita sebut saja sebagai keberuntungan,silahkan baca "kausalitas" di tulisan sebelumnya)dan itu akan membuat kita bahagia karena sedikit orang yang dapat ada di kondisi tersebut dengan usaha yang relatif sama bahkan lebih.

Terimakasih telah membaca.


Komentar

Postingan Populer