+Argumentasi Pemerkosaan
pemerkosaan adalah hal nyata,pelakunya ada,korbannya ada,dan kasusnya ada (saya tidak akan memaparkan data-data kalkulatif,dll,karena anda kenal saya,saya malas memberikan data hehehe),
tapi yang menjadi topik pembahasan kali ini adalah,adanya pendapat dongok yang bertujuan untuk melemparkan kesalahan pada perempuan didalam kasus pemerkosaan terhadap dirinya,dan ini bergulir terus hingga sekarang,entah awal mulanya siapa,tapi bahkan guru di sekolah saya pun berpendapat demikian yang tentunya dongok.
Oke,mari kita bahas pendapat dongok yang menjadi topik pembahasan, yaitu jika ada pemerkosaan,itu salah perempuan karena tidak menutup auratnya,tentunya dengan istilah "aurat" anda tahu siapa yang mempercayai maupun memaparkan argumen tersebut,baiklah kita bahas dari perempuan yang salah,kenapa?
Kenapa tidak pemerkosanya?,perempuan itu korbannya,tapi sekarang bisa dibalik bahwa korbanlah yang bersalah,
"tapi kan dalam agama,kita tidak boleh mengumbar aurat kita",iya terus kenapa?,itukan dalam agama anda,jangan paksakan ke setiap orang,jika anda ingin menutup aurat,silahkan tutup,tapi hak orang lain jika ingin membukannya,karena kita bukan negara agama anda,tapi demokrasi,jadi tidak menggunakan hukum agama anda,tapi hukum negara yang disepakati karena pertimbangan moral,bukan agama anda.
Jadi kata "salah" disaat anda menyalahkan perempuan karena tidak menutup aurat itu dimananya? ,dia tidak melanggar apapun,sah-sah saja untuk tidak menutup aurat,karena hukum tidak melarangnya,oleh karena itu segala sesuatu dibolehkan kecuali yang dilarang,dan tidak menutup aurat tidak melanggar apapun,jadi salah dimananya?,mungkin buruk bisa jadi,tapi ya dimata anda,dimata orang lain mungkin berbeda.
Bila argumen yang menyalahkan perempuan karena tidak menutup aurat terus bergulir,kita tidak akan melihat titik cerah karena tidak akan terlihat ujung dari pendapat anda,misalkan saya memiliki sebuah rumah lalu pintu saya tidak saya kunci,kemudian ada maling yang mengambil barang-barang saya,dan anda pasti muncul lalu berkata
"kamu yang salah,pintu rumah kok ngga dikunci",
beginikah logika anda?,oke lalu saya kunci rumah saya,tapi tetap saja ada maling,anda datang lagi
" kamu yang salah,rumah kok ngga dipagar",
lalu sudah saya pagar tapi tetap ada maling kemudian anda datang
"kamu yang salah rumah kok ngga dikasih cctv",terus bergulir tanpa ujung sampai salah saya karena tidak adanya satpam,sensor keamanan,agen rahasia yang menjaga,anjing penjaga,dan mungkin jin untuk menakuti maling,kan dongok,kenapa tidak langsung saja salahkan malingnya,moralnya cetek,dan yang jelas dia melanggar aturan,cepat bukan?.
Balik lagi dalam kasus pemerkosaan,kita salahkan pemerkosanya,jelas dia melanggar aturan dan moralnya cetek,"tapi kan bang orang melakukan kejahatan karena ada kesempatan",saya tidak setuju atas pendapat tersebut karena yang benar yaitu, orang melakukan kejahatan karena ada kesempatan dan kemauan,misalkan saya melihat wanita yang sangat cantik dan molek sedang telanjang didepan saya,saya tidak akan memperkosanya,mungkin nafsu iya,tapi selama hukum melarang dan moral menahan saya untuk tidak merealisasikan nafsu saya,saya tidak akan melakukannya,jadi kesempatan ada tapi jika kemauan tidak ada,kejahatan-pun tidak akan terjadi.
Kemudian muncul data-data bahwa adanya korban pemerkosaan dengan pakaian yang tertutup untuk melawan pendapat dongok ini,lalu reaksi mereka terhadap data tersebut adalah "nah makanya yang tertutup aja diperkosa,apalagi yang tidak,oleh karena itu sebaiknya perempuan menutup aurat",memang premis awal anda benar,tapi premis kesimpulannya salah sasaran,yang seharusnya menjadi sasaran adalah para pria yang tidak bisa menjaga kemaluannya untuk menusuk secara liar dan brutal,bukannya "oleh karena itu sebaiknya perempuan menutup aurat",kesimpulannya adalah,yang menjadi faktor utama pemerkosaan bukanlah terbukanya aurat,karena bahkan yang tertutup masih diperkosa,faktor utamanya yaitu rendahnya moral pemerkosa.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar