+Setan
Tulisan ini hanya sebagai latihan saya saja,tidak ada maksud tertentu,jadi temanya lebih santai,namun dibahas secara serius,dan saya tidak memasukan anak indigo,dll, karena akal saya yang biasa-biasa saja tidak bisa mencapai ke-spesialan mereka,selamat membaca.
Setan adalah mahluk yang keberadaannya di ragukan oleh banyak orang,tapi dipercaya oleh lebih banyak orang,saya tahu ada klasifikasi untuk mahluk tak kasat mata tersebut,seperti hantu,iblis,jin,siluman,demit,dll,tapi saya tidak peduli karena fokus pembahasan saya adalah menguji eksistensi mereka dengan pendapat bahwa "orang yang tidak takut/tidak percaya setan akan sulit melihat mereka",itulah argumen yang membuat saya resah dan ingin saya bahas pada tulisan kali ini,jadi apakah setan ada?
" Orang yang tidak takut/tidak percaya dengan keberadaan setan akan sulit melihatnya"ini adalah pernyataan banyak dukun di media massa yang sering sekali didengungkan,dan teman-teman saya-pun yang percaya berkata demikian kepada saya yang meragukan keberadaan mereka,apakah karena saya tidak pernah melihat mereka dengan indra penglihatan saya?,tidak juga, saya pernah melihat mereka,tapi saya mengambil kemungkinan lain bahwa itu adalah halusinasi,tidak hanya langsung menyimpulkan bahwa mereka ada.
Kondisi ketika saya melihatnya adalah pada saat saya masih sangat muda(TK-SD),dan pada saat itu saya yakin akan keberadaan mereka karena ayah saya mendalami dunia pergaiban dan saya senantiasa mendapat doktin akan hal-hal gaib,jadi pada akhirnya saya takut dengan setan dan banyak sekali kejadian saya melihat setan ataupun pergerakan yang menentang ilmu kodrat,tapi disaat saya dapat mengambil jalur lain dalam menyimpulkan munculnya peristiwa yang sifatnya gaib justru peristiwa-peristiwa gaib itu tidak terjadi lagi,mengapa demikian?,apakah pernyataan " Orang yang tidak takut/tidak percaya dengan keberadaan setan akan sulit melihatnya" itu benar?, jika seperti itu bisa disimpulkan bahwa ketakutan/kepercayaan adalah semacam bahan bakar yang dibutuhkan setan untuk memperlihatkan dirinya.
Tapi bahan bakarnya adalah kepercayaan,ketakutan atau keduanya?,karena orang yang takut belum tentu percaya,dan orang yang percaya belum tentu takut.
Andaikan kepercayaan merupakan bahan bakar setan,ini sangat aneh karena orang yang pertama kali percaya setan harus diketahui terlebih dahulu sejarahnya,dia melihat setan lalu percaya bahwa setan itu ada atau dia percaya setan itu ada lalu melihat setan,jika dia melihat terlebih dahulu lalu dia percaya seatan itu ada kemungkinan untuk adanya setan lebih besar(walau bisa juga halusinasi) daripada dia percaya terlebih dahulu lalu melihat,yang bisa sangat mungkin halusinasi.
Jika setan muncul karena ketakutan,ini lebih aneh lagi,karena saya tidak melihat keuntungan dari membuat orang takut,apakah jika dia membuat orang takut dia akan menjadi lebih kuat?,atau dihormati di kerajaan setan?,saya tidak tahu,tapi yang janggal adalah mereka menjelma menjadi mahluk yang bentuknya bisa dipikirkan,entah hewan,manusia,api,dll kenapa mereka tidak menjelma menjadi mahluk yang susah dipikirkan seperti monyet spiral,kuda setengah motor,
Dll(silahkan berimajinasi),"karena mereka menjelma menjadi mahluk yang ditakuti targetnya dalam benaknya",tapi bukankan hal yang menakutkan tidak harus hal yang dapat terpikirkan,saya yakin jika mereka menjelma menjadi contoh diatas ataupun hal-hal aneh lainnya yang tidak dipikirkan tentunya menakutkan juga,"agar lebih pasti",saya yakin jika ada monyet spiral yang terbang mendekati kita,kita pun takut,jadi tujuan setan untuk mencari ketakutan bisa dibatalkan,oleh karena itu pernyataan "Orang yang tidak takut/tidak percaya dengan keberadaan setan akan sulit melihatnya" bisa kita simpulkan menjadi, setan "ada" jika orang percaya/takut padanya,pernyataan tersebut membatalkan dirinya sendiri karena keberadaannya harus dibantu dengan kepercayaan/ketakutan,bukan ada karena memang ada dan bisa dibuktikan keberadaannya.
"Jadi setan ada atau tidak ada?",terserah kalian, karena jika kalian percaya bahwa setan tidak ada,setan akan tidak "ada",jika kalian percaya setan ada,maka setan akan ada,dan kepercayaan/ketakutan kalian sebagai bahan bakar setan,saya tidak tahu itu automatis terpakai atau bisa dikontrol secara leluasa penggunaan bahan bakar tersebut,semoga bisa dikontrol agar bisa muncul pada orang-orang yang skeptis akan keberadaannya.
Terima kasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar