+Argumen mimpi

 Argumen mimpi ialah argumen yang dipopulerkan oleh Descartes dimana jika didalam mimpi kita berjalan keluar rumah dan melakukan aktivitas,lalu didunia yang "nyata" kita pun berjalan keluar rumah dan melakukan aktivitas yang bisa dilakukan pula didunia mimpi,jadi siapa yang bisa buktikan bahwa yang "realitas" itu sejatinya memang realitas dan bukan mimpi. 


Argumen ini sangat kuat,tetapi saya akan usahakan untuk menentangnya walaupun secara pribadi,sebagai argumen filosofis ini dapat diterima,namun tetaplah memiliki celah,walaupun non-kontradiktif.


Argumen mimpi adalah salah satu contoh dari argumen yang tidak layak dijadikan sebuah tema dari perdebatan,karena ini merupakan tipe argumen lingkaran setan,yang bisa disimpulkan pula dari argumen mimpi ini ialah bahwa "yang kamu sebut "nyata" itu tampaknya nyata,sebenarnya tidak",tapi bisa dilawan dengan  "tampaknya nyata,atau tampaknya tampak nyata?",jadi tidak ada sebuah jalan keluar atas perdepatan tersebut. 


Lalu bermimpi merupakan sebuah peristiwa kunjungan kita ke dunia mimpi dari dunia realita,jadi ada dari mana dan kemana,dari realita ke dunia mimpi,tapi bila yang dikenal sebagai realita merupakan mimpi,kita akan kemana?,surga?,tapi bisakah saya mengatakan ketika kenyataan yang saya ketahui adalah mimpi,dan saya bangun disuatu tempat(entah surga,dunia ide,dsb),saya tetap menganggap itu sebagai mimpi ,dan ketika saya bangun lagi,itu juga mimpi,dan ketika saya bangun lagi untuk kesekian kalinya itu tetap mimpi,oleh karena itu tidak pernah ada yang nyata.


Sebagai argumen filosofis memang sangat baik,tetapi sebagai argumen ilmiah,ini hanya membuang-buang waktu dan tenaga,tapi biasakanlah untuk mencermati sesuatu yang memang agaknya benar sebagai probabilitas,jadi saya tidak bilang itu merupakan argumen yang salah,tetapi masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang pantas kita perhatikan juga sebagai "kenyataan".


Terimakasih telah membaca. 

Komentar

Postingan Populer