+Mengharap dan menunggu

Saya tidak tahu sejatinya memang ada perbedaan antara mengharap dan menunggu,tetapi saya berpendapat bahwa memang harus ada perbedaan antar kedua kata tersebut,agar kedua kata tersebut dikonsepsikan secara berbeda,yang tujuannya adalah menyelamatkannya dari kekalutan. 


Dalam pikiran saya menunggu adalah tindakan jasmaniah kita yang didasari oleh ketidakpastian yang mungkin hadir di masa depan,lalu mengharap ialah tindakan rohaniah kita yang pula didasari oleh ketidakpastian yang hadir di masa depan,karena jika itu pasti,itu berarti namanya kita mengetahui. 


Mengapa saya ingin agar kedua kata tersebut dibedakan? 


Karena kerika saya mengkaji kekuatan 2 tesis yang dianggap saling bertentangan,ternyata sebenarnya tidak,tesisnya yaitu "hiduplah seperti tiada hari esok" yang disimpulkan untuk jangan mengharap,lalu anti-tesisnya,"kita harus mengharap,dikarenakan harapan membuat kita berkembang dan harapan pula yang membuat kita tetap waras",tesis pertama berkata bahwa harapan itu tidak penting dan tesis kedua berkata bahwa harapan itu penting.


Saya rasa kedua-duanya secara maksud benar dan tidak bertentangan,tetapi ketidakcukupan kata untuk menggambarkan maksud tersebut membuat seolah-olah tesisnya saling bertentangan. 


Mari imajinasikan kondisi yang membuat seseorang berkata, 


"hiduplah seperti tiada hari esok" 


Mungkin ketika dia melihat dirinya atau orang lain menyia-nyiakan waktu di hidupnya,yang sebenarnya waktu tersebut bisa digunakan kepada hal-hal yang lebih berarti,yang membuat hidupnya menjadi lebih baik,karena belum tentu akan hidup di esok hari. 


Mari imajinasikan pula kondisi yang membuat seseorang berkata, 


"kita harus mengharap,dikarenakan harapan-lah yang membuat kita berkembang dan harapan pula yang membuat kita tetap waras"


Mungkin ketika dia melihat dirinya atau orang lain yang sedang dilanda kesulitan yang membuatnya terpojok dan depresi,yang jalan keluarnya adalah harapan akan perubahan kondisinya agar membaik atau menjadi baik,dan dia berakhir bisa mempertahankan kewarasan karenanya,karena hari esok akan/bisa lebih baik dari hari ini. 


Dari kondisi diatas tidak ada kesamaan kondisi yang memicu terciptanya kedua tesis tersebut,yang satu mengenai keprihatinan atas ketidaksadaran dan yang satunya mengenai keprihatinan atas kesadaran,jadi tesisnya tidak berkontradiksi,tetapi karena ide yang di tuangkan ke dalam kata,dan kata yang dipilih tidak cukup untuk merepresentasikan ide/maksud,terjadilah kekalutan diantaranya. 


Oleh karena itu pakailah kata menunggu untuk menyimpulkan tesis pertama,karena menunggu dibayangan saya adalah tindakan fisik yang beranggapan adanya esok hari,yang membuat kita tidak memaksimalkan "hari ini".


Dan mengharap di imajinasi saya adalah tindakan psikis yang beranggapan adanya esok hari,yang bisa membuat kita tidak memaksimalkan hari ini ataupun sebaliknya.


Kesimpulannya yaitu,menunggu sudah pasti mengharap,mengharap belum pasti menunggu,yang sasaran dari "hiduplah seperti tiada esok hari" adalah penungguan,dan sasaran dari "kita harus mengharap,dikarenakan harapan-lah yang membuat kita berkembang dan harapan pula yang membuat kita tetap waras" adalah pengharapan. 



silahkan hidup seperti adanya esok hari,tetapi tidak membuat kita menunggu,melainkan mengharap dan memaksimalkan segalanya untuk hari ini dan hari berikutnya agar harapan tersebut ter-realisasi,dan hiduplah seperti tiadanya esok hari tetapi tidak membuat kita tidak mengharap,melainkan tidak menunggu dan memaksimalkan segalanya untuk hari ini agar hidup kita bermakna.




Tambahan,

Sebenarnya saya tidak setuju dengan kedua tesis ,yang tujuannya adalah agar kita tidak menyia-nyiakan hari lalu tidak depresi,karena berpikir masih ada esok hari,tidak menjamin kita memaksimalkan hari ini,dan berpikir tidak ada esok hari-pun tidak menjamin kita memaksimalkan hari ini,yang satu paham realistis,dan yang lainnya adalah paham optimistis,yang secara logika tidak tepat,tapi secara praktis memang lebih tinggi potensi pemahaman "hidup seperti tiada hari esok"agar membuat orang tidak menyia-nyiakan waktu dihidupnya dibandingkan dengan pemahaman adanya hari esok,jadi jika kepentingan kalian adalah kebaikan,silahkan terapkan satu diantara pemahaman tersebut,tetapi karena kepentingan saya adalah kebenaran jadi tetap harus didasari logika atau berusaha memahami seluruh sudut pandang yang sama baik/benarnya,dan yang benar adalah kedua tesis itu sama-sama baik.



Terimakasih telah membaca. 





Komentar

Postingan Populer