+Kekuatan kata "Cuma"

cuma begini","cuma begitu","cuma segini","cuma segitu" adalah bahasa yang digunakan untuk menyatakan bahwa sesutu itu kecil secara kuantitas atau kerdil secara kualitas,tetapi dalam penggunaannya,kata tersebut fungsinya menjadi untuk mengecilkan dan mengkerdilkan sesuatu,yang mengacaukan ide dari kata itu sendiri. 


Perilaku  ini dapat ditemukan diberbagai tempat dan bidang,seperti medsos yang terdapat sikap "kritis" terhadap para pembuat konten dengan tujuan meredahkan atau menujukan ketidaksukaan akan kualitas konten tersebut,maupun didunia pemasaran yang seenaknya menambahkan kata cuma disetiap harga produk yang ditawarkan,dan apakah itu salah?,tidak,memang sedari awal kata cuma adalah kata tidak ada standar ukuran secara universal,jadi setiap insan bebas menakar cuma-nya masing-masing,tetapi agaknya tidak bertanggung jawab jika kita memberi tahu apa yang "cuma" tapi tidak disertakan apa yang tidak "cuma",dan dengan maksud menyatakan bahwa itu kecil/kerdil,bukan mengecilkan/mengkerdilkan. 


Cuma yang kuantitas tidak terlalu saya permasalahankan(karena lebih mudah disadari jika terlalu berlebihan),tetapi fokus kritiknya adalah pada cuma yang kualitas,ketika kita berkata, 


"alah vidionya cuma main game dan ngomong kasar" 


lalu apa yang tidak cuma? 


Melakukan prank terhadap presiden? 

Membuat film yang sekelas layar lebar? 

Atau main game tapi tidak ngomong kasar? 


Jadi sertakan juga apa yang tidak "cuma",agar paling tidak kita bisa saling memahami ukurannya masing-masing,walaupun tetaplah subjektif. 


Dan kita sebagai pendengar juga,jangan kemudian langsung mengaggap itu kecil atau kerdil karena orang lain berkata "cuma",coba pikirkan apakah itu benar-benar "cuma" atau tidak(tentunya dalam ukuran masing-masing), yang disisi lain terdapat kecacatan jiwa dimana kita menjadi menggampangkan banyak hal yang ketika dipikir ulang sebenarnya tidak gampang.


Saran saya kurang-kurangilah penggunaan kata subjektif yang dalam pembahasan ini ialah kata "cuma",walaupun masih banyak lagi tetapi dari pembahasan ini saya rasa sudah terwakilkan,oleh karena itu  jika memang ingin menyatakan sesuatu entah dalam bentuk kritik maupun pernyataan biasa,buatlah se-objektif mungkin.



Terimakasih telah membaca. 

Komentar

Postingan Populer