+Biografi dan autobiografi

Kita semua tahu bahwa biografi adalah karya tulis tentang riwayat seseorang yang ditulis oleh orang lain dan autobiografi ditulis oleh dirinya sendiri,tetapi yang ingin saya bahas dan kritik disini adalah keautentikan dan kesempurnaan karya tersebut,yang tujuannya adalah merepresentasikan seseorang dalam bentuk karya tulis,yang saya yakin tidak mungkin akan sama. 

(Disclaimer)

Saya tidak menyangkal kebenaran bahwa isi dari biografi maupun autobiografi itu terjadi ,tetapi saya berpendapat bahwa itu tidak sempurna dan berpotensi subjektif.


Misalnya riwayat hidup Socrates yang disampaikan oleh muridnya Plato pada buku-bukunya,namun itu bukanlah Socrates,melainkan Socrates-nya Plato,atau biografi pak Habibie yang dibentuk kedalam film,saya mengapresiasi karya tersebut dan saya pun menikmatinya,tetapi sisi jahat saya bertanya kenapa film biografi dibuat disaat orang tersebut masih hidup dan orangnya-pun ikut serta dalam pembuatan film tentangnya,jadi kita dibawa kepada pemikiran bahwa Habibie adalah orang yang hebat,karena isi dari film-nya yang menceritakan tentang kesetiaan,ketangguhan,kecerdasan seorang Habibie,tetapi tidak menunjukan kekeliruan atau keburukannya yang saya yakin pasti ada(untuk kalian yang belajar politik ataupun tahu seluruh kiprah pak habibie pasti lebih memahami). 


Jadi itu tidak lagi biografi habibie,melainkan habibie-nya habibie atau habibie-nya sutradara/penulis,jadi tidak ada keautentikan didalam sebuah karya biografi maupun autobiografi,karena pada akhirnya tetap ada pendapat-pendapat yang tidak merepresentasikan orang tersebut.


Mungkin jika ingin contoh,

misal kata susah yang seringkali dipakai orang-orang sukses/penulis biografi untuk menceritakan masa lalu hidup,

"saya dulu kecil susah,ibu penjahit,bapa supir angkot",tapi apakah benar susah?,jika kata yang digunakan adalah miskin saya setuju,tapi susah itu adalah kondisi jiwa bukan material,apakah orang kaya ada yang hidupnya susah?,ya ada,dan apakah orang miskin hidupnya susah?,belum tentu,ada beberapa yang bahagia atau biasa saja,karena yang mereka tahu hanyalah kemiskinan,jadi mereka sudah terbiasa dengan hal tersebut,intinya saya tidak menentang karya tulis biografi atau autobiografi,tetapi bagi kita para pembaca,marilah munculkan sedikit keraguan jika biografi atau autobiografi belum tentu dapat merepresentasikan orang yang dituju,apalagi autobiografi yang riwayat dirinya yang ingin ditampilkan ada pada kuasanya,jadi sangat mungkin untuk dimanipulasi,jadi kesimpulannya adalah biografi sangat besar kemungkinannya untuk tidak sempurna,dan autobiografi sangat besar kemungkinanya untuk dimanipulasi. 


Terimakasih telah membaca. 


Komentar

Postingan Populer