+Kebebasan berbicara
Jika anda seorang anti-kritik dan berkata
"terserah saya mau berkata apapun"
Anda harus sadar bahwa lawan bicara anda pun dapat berkata,
"terserah saya mau berkata apapun,termasuk berkata kalau perkataan anda dungu dan diluar topik",
begitulah contoh bagaimana kebebasan berbicara dipahami secara singkat,yaitu orang lain bebas berkata apapun,dan kita-pun bebas berkata apapun,tanpa terkecuali,tapi ada pendapat dimana "saya mendukung kebebasan berbicara,tapi mengutuk ujaran kebencian(Im agree to freedom of spech,but condemn hate speach),yang tentunya keliru karena premis pertama bertentangan dengan premis berikutnya,yang namanya bebas itu bisa diartikan tidak ada aturan,entah itu ujaran kebencian,entah ujaran kebaikan,orang bebas melakukannya.
Tetapi tentunya tidak mudah untuk mencapai ke titik tersebut,sebelum komunitas/negara dapat mengedepankan akalnya dibanding emosinya,karena orang yang emosi belum tentu hanya memaki-maki secara verbal,tetapi bisa menyakiti secara fisik,dan merugikan orang yang ia tidak suka,karena ada pepatah
"yang waras ngalah"
Maksud waras disini bukan orang sehat secara fisik maupun mental,tetapi orang yang mengedepankan akalnya yang sedang menghadapi orang yang mengedepankan emosinya,yang bisa disetarakan dengan "orang tidak waras"/"orang gila",selayaknya orang gila,mereka melakukan hal-hal gila yang tentunya tidak masuk akal,dan akan menjadi masalah jika para legislator,penjabat,pemimpin kita adalah orang gila,yang pada akhirnya membela orang gila lainnya,dan memenjarakan orang-orang waras maupun tidak waras dengan kekuasaan yang dia punya,jadi keputusannya juga tidak waras.
Saya tidak ingin panjang lebar,karena kebebasan berbicara adalah konsep yang simple dan mudah dipahami,tentunya selama kalian waras.....
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar