+Keresahan 09 oktober 2020

 Dewan pembunuh rakyat


Saya tidak bahas kekacauan yang ada pada omnibus,dan saya-pun tidak mendalaminya,tetapi yang saya permasalahkan adalah etika seorang legislator yang mengesahkan kontroversi bernama omnibus law ketika kondisinya tidak mendukung terjadinya kontroversi.


Awal kekacauan ini adalah integritas para legislator yang buruk,dan dengan mudahnya berkata 

"kalau kalian tidak setuju,silahkan ajukan ke MK" 

Ini adalah kedunguan sejati,bayangkan jika kita mempercayakan seseorang membuat mobil kita,tetapi orang tersebut berkata "kalau mobilnya bermasalah,bawa saja ke bengkel", lah saya mempercayakan anda membuat mobil untuk saya karena saya ingin mobil yang kondisinya sempurna,bukan mobil yang bermasalah,sama dengan DPR,undang-undangnya baru disahkan,langsung berkata "kalau bermasalah bawa ke MK",kan tolol.


Tetapi memang kenyataannya seperti itu,tapi tunjukanlah komunikasi yang mencerminkan bahwa kalian bekerja keras,yang tidak saya lihat pada kalimat

"kalau bermasalah,bawa saja ke MK".


Dan saat inilah saya tidak hanya berpendapat bahwa mereka buruk,tetapi mereka sudah melakukan kejahatan,saya masih bisa mengampuni jika ada undang-undang yang memicu demonstrasi,tetapi pada saat ini itu tidak boleh terjadi.


Demonstrasi berarti berkumpul,berkumpul berarti rawan terjangkit Covid,terjangkit Covid berarti berpotensi meninggal,jadi sengaja atau tidak sengaja,kalian para DPR sudah membuat jembatan rakyat dengan kematian,lalu pemerintah menyarankan rakyat untuk menahan diri karena kondisi saat ini yang tidak mendukung,bisa tidak saran itu diberikan juga kepada anggota DPR untuk menahan diri mengesahkan undang-undang yang jelas memicu demonstrasi,dengan kondisi yang tidak mendukung.


Yang saya rasa akan lebih efektif jika saran itu diberikan kepada bapak-bapak dewan,dibanding rakyat,karena bapak dewan lebih sedikit dan lebih terpelajar(mungkin),nanti kalau Covid sudah silahkan berlaku dungu lagi.


Terimakasih telah membaca. 


Komentar

Postingan Populer