+"Ada" dan ide tentang "ada"

 Argumentasi bahwa segala sesuatu yang "ada" itu disebabkan oleh keberadaan manusia,karena objek tanpa objektor,tidak akan bisa menjadi objek,yang berarti fakta harus "dilegalisasi" untuk menjadi kebenaran,dan itu bagi saya adalah kekeliruan.

Fakta tidak perlu dilegalisasi,yang perlu adalah ide,contohnya,sungai apa yang terpanjang di dunia sebelum sungai nil ditemukan?,ya tentu sungai nil,jangan berkelit bila belum ditemukan/diketahui berarti itu tidak ada,tapi jika memang anda seorang empiris dan mempercayai hal tersebut,gunakanlah kepercayaan itu untuk "mencari",bukan "menyangkal",karena pada dasarnya kebenaran bukan hanya tentang sekarang/hari ini,tapi tentang kemarin,besok,dan seterusnya.

Dan saya bisa setuju jika yang dilegalisasi itu ide,karena yang kita ketahui orang yang menemukan konsep komunisme adalah karl marx,tetapi bukankah mungkin,bila sebelum itu sudah ada orang yang memikirkan konsep komunisme,tetapi tidak dipublikasi,atau tidak diperdalam seperti yang karl marx lakukan?,apalagi konsep-konsep seperti,humanisme,kesetaraan,nasionalisme,sangat mungkin pernah terbesit dipikiran seorang individu,sebelum yang dikenal sebagai "penemu" ide itu mempublikasikannya dan dikenal sebagai orang yang menemukannya,dan itulah mengapa ide memang perlu untuk dilegalisasi,karena bentuknya mental,bukan materi.

Tapi pohon,batu,hutan itu tidak perlu dilegalisasi kebenarannya oleh manusia,manusia hanya mengidentifikasi,memberikannya identitas,untuk alasan pragmatis tentunya,dan kebenaran itu bisa statis atau dinamis,lebih lengkapnya silahkan baca "Kebenaran dapat berpindah" pada tulisan saya sebelumnya.

Meskipun  demikian,saya bisa memahami pola berfikirnya,mata tidak menjadi mata tanpa adanya tubuh,paman tidak akan ada jika keponakan tidak ada,jadi kebenaran adalah keseluruhan,yang mungkin seingat  saya itu adalah pemikiran Hegel(silahkan cek,mungkin saya salah),jadi mungkin ada kebenaran yang tidak bisa ada tanpa adanya kebenaran yang lain,tapi bagi saya agak ekstream bila segalanya benar karena manusia yang membenarkannya,karena manusia hanya mengidentifikasi,bukan membenarkan atau bahkan meng-adakan. 

Terimakasih telah membaca.



Komentar

Postingan Populer