+Antitesis atas "Manusia itu terbatas"

 Peringatan:

Ini iseng saja,tiada maksud untuk menyinggung pihak manapun,saya hanya ingin melakukan tought experiment,yang tentunya saya pahami sebagai teori,bukan kebenaran mutlak,dan silahkan menolak jika ingin,dan saya akan berusaha se-objektif mungkin(biar aman wkwkwkw).


Manusia itu terbatas,kita semua tahu dan meyakininya,tapi bisakah kita uji kebenaran atas tesis tersebut?,karena "manusia" yang dimaksud itu apakah manusia sebagai individu atau manusia sebagai kelompok?,kalau manusia sebagai individu dari sudut pandang apapun saya rasa akan setuju,namun jika yang dimaksud "Manusia" sebagai kelompok/keseluruhan/kolektif,saya rasa keterbatasan itu masih belum bisa dibuktikan.


Karena ada yang dinamakan kecerdasan individual dan kecerdasan kolektif(kelompok),kecerdasan individual adalah kemampuan "saya" untuk memproduksi sesuatu,dan kecerdasan kolektif adalah kemampuan "kami/kita" untuk memproduksi sesuatu,jadi tentu saja ada batas ketika kita sendirian,karena tangan kita dua,otak kita satu,stamina kita terbatas,tetapi saya melihat potensi ketidaktebatasan pada kecerdasan kolektif,bila sendirian apakah kita bisa mengatur sebuah negara?,tentu tidak,kita tidak memiliki kapasitas sebesar itu,tetapi ketika kita berkelompok,berbagai orang bekerja sama dengan ada yang mengurus sumber daya,pertahanan,politik,komunikasi,administrasi,dsb dengan tujuan mengatur negara,atau bisa juga membuat nuklir,ada yang membuat kerangkanya,ada yang menggali sumber dayanya,ada yang memasang kerangkanya,dsb agar terciptalah nuklir,jadi jika anda tetap meyakini bahwa kita sendiri maupun berkelompok itu terbatas,paling tidak kita setuju bahwa nilai atas keterbatasan kecerdasan itu berbeda. 


Jadi saya melihat peluang akan ketidakterbatasan manusia untuk melakukan "sesuatu",mungkin sekarang memang masih terbatas,tapi bagaimana jika populasi manusia sudah triliunan yang menduduki berbagai planet?,bagaimana jika segala pekerjaan dikerjakan oleh robot,dan yang tersisa adalah konseptor?,bagaimana jika tingkat intelektualitas/pendidikan kita semua ada ditaraf yang tinggi?. 


Kita telah melawan yang dianggap "tidak mungkin",contohnya petir yang pada masyarakat kuno dianggap sebagai amarah sang thor dsb,tapi sekarang kita sudah bisa menangkal amarah sang thor dengan penangkal petir,dan banyak hal yang bisa kita lakukan,termasuk kematian,walaupun tidak hilang,tapi ada peningkatan harapan hidup,sevab di zaman kita harapan hidup naik secara signifikan dari zaman sebelumnya,jadi jika tetap meyakini bahwa "Manusia itu terbatas" tidak apa,tapi saya sarankan silahkan meyakini keterbatasan, tetapi berusahalah dengan tanpa batas(dan tentu diselingi dengan doa). 


Terimakasih telah membaca. 




Komentar

Postingan Populer