+Kritik atas keterkenalan
Kali ini saya gundah dengan kata "terkenal" yang saya rasa tidak sepantasnya digunakan,yang dimana ada kata "kenal" disana,tetapi orang yang disebut "terkenal",sebenarnya tidak dikenal,karena yang dikenal adalah namanya/tindakannya,bukan orangnya.
Kegundahan ini mengarahkan saya pada apa yang dimaksud "orang",tentu bukan orang secara biologis,melainkan orang secara sosial yang beserta identitasnya,yang dimaksudkan pada kalimat "orang terkenal",jadi ada autentikasi didalamnya yang menjadikan orang itu "saya" atau "dia",lalu bagaimana saya menjadi saya?,tentu dengan nama,paras,sifat,latar belakang yang keseluruhan hanya dimiliki oleh saya dan itulah yang menjadikan saya itu saya.
Saya adalah orang,tetapi ketika saya menjadi "orang terkenal",yang sebenarnya terjadi apakah dia mengenal "saya" atau "nama" saya? ,dan pada kasus keterkenalan ini,"orang yang terkenal" itu dikenal orangnya atau namanya?,karena dibanyak kasus saya percaya jika yang terjadi adalah keterkenalan itu tidak menuju pada "orang",melainkan "nama",yang memang "nama" adalah bagian dari "orang",tetapi tidak bisa disebut sebagai "orang",jadi saya tidak setuju dengan konsep "orang terkenal",ubah saja menjadi "orang ternama",yang lebih sesuai,karena terkadang "saya" pun tidak mengenal "saya",jadi bagaimana bisa orang lain mengenal "saya"?.
(tambahan)
Memang tidak ada manfaat dari pembahasan ini,karena tidak terlalu penting untuk dibicarakan,tapi memang saya senang saja memikirkan sesuatu yang tidak penting,jadi manfaat hanya untuk saya,yaitu kesenangan pribadi hahahahaa....,tapi mungkin jika para pembaca ingin memaknainya sebagai perilaku kritis,yang mungkin bisa mendapat manfaat darinya,saya ikut gembira,jika tidak ya sudah tak mengapa ok...
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar