+Kajian mengenai "yang terbaik"

 Banyak dari kita yang memaparkan/memilih sesuatu berdasarkan "yang baik",dan memang itu juga mengapa kita dapat berkembang secara sosial dan individu,tapi apakah ada yang tau mengenai apa saja "yang terbaik"?,saya tidak tahu jika realitas yang menjadi acuan,bukan cerita yang diciptakan,tetapi itu pun akan menjadi opini pribadi,karena memang kita cenderung memilih "yang baik",bukan "yang terbaik",dan mari kita sepakati terlebih dahulu bahwa "yang terbaik" belum tentu "yang baik",oleh karena itu apa "yang terbaik" sangat sulit ditentukan, tetapi bisa mudah juga,tentunya dengan kajian saya pribadi,yang bisa saja salah,jadi jika ingin tidak setuju,tak mengapa. 


Saya membagi "yang terbaik"  menjadi 3 level,yaitu mudah,sedang,dan sulit(secara konsep,bukan praktik).


"Yang terbaik" level mudah yaitu sifatnya absolut dan singular,jadi dalam konsep ini tidak ada pengcualian,mungkin "yang terbaik" adalah manusia tetap memburu makanannya sendiri(seperti masa purba),jadi kondisi dimana ada automatisasi,pertanian,dan pembelian itu bukan "yang terbaik",atau mungkin yang lebih relevan itu sistem pemerintahan,yang terbaik adalah demokrasi titik,jadi tidak ada pengecualian.


"Yang terbaik"level sedang sifatnya santai,dan ada pengecualian,karena disetiap kondisi pasti ada "yang terbaik",pada zaman berburu ada "yang terbaik",pada zaman pertanian ada "yang terbaik",bahkan pada zaman industri pun ada "yang terbaik",jadi konsep " yang terbaik" dalam level ini lebih santai dari level sebelumnya, mungkin jika dalam sistem pemerintahan,untuk inggris "yang terbaik" monarki,untuk Indonesia "yang terbaik" demokrasi,jadi kita bisa menemukan "yang terbaik"  dalam kondisi apapun.


Yang terakhir,"yang terbaik" level sulit,disini kita tidak lagi hanya mengobjektifikasi fenomenanya,oleh karena itu individu juga dilibatkan sebagai pertimbangan "yang terbaik",jadi dalam konsep ini segala sesuatunya sudah "yang terbaik".


jika kita pakai konsep "yang terbaik" level sedang,


"Kamu masih belum melakukan yang terbaik,kamu masih malas-malasan,dll"


Itu adalah "yang terbaik" level sedang,tetapi pada level sulit,itu tidak berlaku karena kita juga menaksir pola pikir manusianya,lingkungan,dll,

jika dia seorang yang malas,dan dia malas-malasan,dia sudah melakukan yang terbaik,karena dalam konsep ini "yang terbaik" bisa diartikan juga sebagai "yang termungkin",dengan pola pikirnya yang malas menjadikanya orang yang malas dan jika pola pikirnya semangat dia akan menjadi orang yang semangat,jadi apapun yang terjadi,itulah yang terbaik. 



Silahkan dipilih mana yang ingin kalian setujui sebagai "yang terbaik",entah level mudah,sedang,sulit terserah kalian,semuanya secara konsep bisa dibenarkan,dan jika tidak setuju berikan opini kalian dikolom komentar,dan semoga kalian selalu mendapat "yang terbaik".



Terimakasih telah membaca. 


Komentar

Postingan Populer