+Konsep ketiadaan
Bila kita berkata bahwa sesuatu itu "tidak ada",kita akan memahaminya sebagai ketiadaan eksistensi,yang mana secara kata sah-sah saja untuk dimaknai seperti itu,tetapi secara konsep,saya kurang yakin itu benar,karena konsep tentang yang" tidak ada" dalam pengertian ketiadaan eksistensi itu sejatinya tidak ada.
Segala sesuatu itu "ada" ,yang "tidak ada" adalah yang "tidak ada",dan yang" tidak ada" pasti tidak bisa diketahui dan dipelajari sebab itu "tidak ada".
"Lalu bagaimana dengan dinosaurus,bukankah mereka "tidak ada?"
Dinosaurus "tidak ada" atau dinosaurus sekarang "tidak ada" ?
Karena jika kita menjadikan dinosaurus sebagai objek yang ilmiah,bukan identitas yang fiksi,apakah mereka tidak ada?,bukankah minyak bumi,gas,dan kompos di alam kita itu adalah dinosaurus?
Mereka tidak menghilang,tetapi berubah bentuk,jadi mereka tetap "ada".
"Lalu adakah ketiadaan? "
Ada,bukan dalam pengertian ketiadaan eksistensi,tetapi sebagai objek yang diteliti,dianalogikan seperti ini:
Ada sebidang tanah yang datar,lalu kita gali tanah itu,maka akan tercipta lubang tanah dan gundukan tanah yang terambil dari lubang tanah,dan bisa dikatakan bahwa lubang dan gundukan itu tercipta dari ketiadaan,
"tapi kan itu terbuat dari tanah yang datar".
Memang,tapi jika kita melihat secara keseluruhan itu tercipta dari 0 menjadi 1(gundukan),dan - 1(lubang),dan 0 itulah "ketiadaan".
Kembali lagi ke awal,bahwa yang "tidak ada" dalam konsep ketiadaan eksistensi itu "tidak ada", jadi yang ada akan terus ada dengan bentuk yang berbeda-beda/berubah-ubah,tetapi itu tidak pernah "tidak ada",jika yang ada hanyalah "ada" ,maka yang "tidak ada" akan tidak ada,mereka hanya berubah bentuk bukan menghilang.
(catatan kaki)
Dan mungkin ini pula dapat menjelaskan posisi saya memandang bagaimana alam semesta terbentuk,yaitu dari "ketiadaan" lalu menjadi "ada",tentunya dengan konsep yang sudah saya paparkan diatas,agar tidak ada yang gagal paham "gimana caranya,dari tidak ada menjadi ada,gak mungkin lah......",dan tentunya anda akan menjadikan tuhan sebagai jawaban ,dan sah-sah aja sih heheheheheh.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar