+ Bagaimana "Jodoh" Bekerja?

Percintaan modern yang muda usiannya telah merevolusi bagaimana cara manusia berinteraksi terutama dalam berkomitmen, contohnya pernikahan yang saat ini tidak lagi persoalan aliansi strategis dari aspek ekonomi, darah, kekuasaan dan politik. "Ikutilah Kata Hatimu", sebagai semboyan romantisisme yang berkembang dan diakselerasi oleh seniman-seniman renaisans seperti kisah Romeo dan Juliet yang merupakan omong kosong pada latar belakang masannya di abad 14, namun di tulis pada abad 16 (masa penyebaran renaisans) maka ini menjadi wajar. Dari sanalah berakhir munculnnya terminologi seperti "Yang Ditakdirkan", " Belahan Jiwa", "Separuh Nafas", dan yang kita sepakati bersama sebagai "Jodoh". Apa itu?, Bagaimana cara menentukannya?, bagaimana jika jodoh kita tertabrak kereta sebelum bertemu dengan kita, apakah kita akan melajang seumur hidup?.

Jodoh merupakan konsep yang merujuk pada pasangan hidup yang dianggap telah ditentukan atau cocok dengan seseorang. Dalam berbagai budaya dan keyakinan, jodoh sering dianggap sebagai seseorang yang telah ditakdirkan untuk bersama kita, baik oleh Tuhan atau oleh takdir. Istilah ini sering digunakan dalam konteks percintaan dan pernikahan, di mana pasangan dianggap saling melengkapi dan cocok satu sama lain. Jodoh lebih bersifat spiritual dan filosofis daripada ilmiah, sehingga "pembuktiannya" tidak bisa dilakukan dengan metode ilmiah yang sama seperti dalam sains. Beberapa orang percaya bahwa jodoh adalah hasil dari takdir atau kehendak ilahi, sementara yang lain mungkin melihatnya sebagai hasil dari kompatibilitas, usaha, dan kerja keras dalam hubungan.

Dari sisi psikologis manusia menentukan pasangannya dengan 3 standart :
1. Keseimbangan : contohnya extrovert cocok dengan introvert
2. Kesesuiaan : memiliki nilai-nilai pegangan yang serupa agar mempermudah komunikasi
3. Evolusi : daya tarik fisik yang menandai kesuburan untuk reproduksi

Dari sini kita dapat menafsirkan bila tidak ada yang namannya "Orang Yang Ditakdirkan" karena setiap individu dapat memiliki lebih dari satu "Jodoh".

Proses jatuh cinta melibatkan kimia-kimia pada otak seperti :

 
Dopamin: Saat jatuh cinta, yang memberikan perasaan senang dan euforia. Dopamin terkait dengan sistem penghargaan di otak.
Norepinefrin: Hormon ini menyebabkan peningkatan detak jantung dan rasa semangat, sering kali terjadi saat seseorang memikirkan orang yang mereka sukai.
Serotonin: Saat jatuh cinta, kadar serotonin dapat menurun, mirip dengan apa yang terlihat pada individu dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD), yang mungkin menjelaskan mengapa orang yang jatuh cinta sering kali terus-menerus memikirkan orang yang mereka cintai.
Oksitosin dan Vasopresin: Hormon ini terkait dengan pembentukan ikatan dan kepercayaan, sering kali dilepaskan selama kontak fisikseperti berpelukan atau berhubungan intim.

Helen Fisher berdasarkan penelitiannya berpendapat bahwa perasaan cinta romantis yang intens cenderung berlangsung antara 6 bulan hingga 2 tahun. Setelah periode ini, cinta romantis biasanya berubah menjadi bentuk cinta yang lebih dalam dan stabil, seperti cinta persahabatan atau cinta yang lebih komitmen. Pemindaian pada otak menunjukkan bahwa bagian otak yang terkait dengan cinta romantis aktif pada tahap awal hubungan, tetapi aktivitas ini cenderung berkurang seiring berjalannya waktu. Namun, cinta yang lebih dalam dan komitmen juga melibatkan bagian otak lain yang terkait dengan perasaan keterikatan dan kebahagiaan jangka panjang.

Dapat disimpulkan sepasang insan akan memiliki kehidupan pernikahan yang harmonis melibatkan naluri primitif dan saling membutuhkan, bagaimana antar pasangan bisa bersepakat bila hidup tanpa satu sama lain adalah kehidupan yang lebih membosankan, menyulitkan, dan menyedihkan, bukannya sebaliknnya yang ujung-ujungnnya berakhir dengan perceraian, oleh karenannya walaupun modernitas membawa konsep percintaan romantis, namun esensi-esensi percitaan strategis masih menjadi standard dari keberlangsungan sebuah hubungan. Lalu jika anda tak kunjung mendapatkan pasangan, dan anda percaya pada konsep jodoh maka anggap saja jodoh anda sudah mati terlebih dahulu sebelum bertemu dengan anda (Selamat Melajang) 😝.

Terimakasih telah membaca.

Komentar

Postingan Populer