+Moralitas
Moralitas adalah keinginan kita melakukan sesuatu kepada orang lain yang kita senang jika orang lain melakukannya kepada kita yang dibatasi ego,karena jika tidak dibatasi ego itu bukan sekedar moralitas,melainkan pengorbanan,contohnya,tentu kita senang orang lain memberikan seluruh hartanya kepada kita,tapi kita tentu tidak mau memberikan seluruh harta kita kepada orang lain karena alasan ego tersebut,dan silahkan jika anda ingin menganggap bahwa pengorbanan adalah moralitas atau tidak,bagi saya itu merupakan moralitas ekstrem.
"Bila seperti itu bukankah berarti orang yang melakukan tindakan bermoral mengharapkan balasan atas tindakannya?",tentu tidak,moralitas membentuk sebuah gambaran bahwa tindakan A akan membuat saya senang,oleh karenanya saya ingin melakukan A kepada orang lain dengan maksud menyenangkannya,jadi ini adalah pendapat akan "kesenangan" bukan "keinginan",yang jika orang lain tidak melakukan A kepada kita ya tidak mengapa.
Dan jika yang muncul adalah harapan akan balasan itu bukan lagi moralitas,melainkan egoisme,moralitas dibatasi oleh ego,dan egoisme adalah ego yang berkuasa,contohnya,orang yang menghargai orang lain agar orang lain menghargainya,itu adalah egoisme,tentu guru-guru kita mengajari bahwa "jika ingin dihargai,hargailah orang lain!",dan itu keliru,karena kita menghargai orang lain bukan karena kita ingin dihargai,melainkan senang dihargai,yang membuat kita menghargai orang lain,karena dalam konteks moralitas,kita harus menghargai orang yang menghargai kita,dan menghargai orang yang tidak menghargai kita,itulah moralitas,untuk diri kita sendiri kepada orang lain ,bukan untuk orang lain kepada kita.
Moralitas pun berbeda-beda pada setiap individu,kita tidak bisa memaksakan bahwa perilaku yang menyenangkan menurut kita akan menyenangkan bagi orang lain,contohnya ada orang yang senang basa-basi dan ada orang yang langsung pada point utamanya,karena dia tidak bisa menyimpulkan bahwa basa-basi adalah hal yang menyenangkan,tetapi malah akan mengganggu,dan berbeda dengan etika yang kaitannya dengan keadaan sosial, budaya,dan pendidikan pada suatu lingkungan,moralitas itu spektrumnya lebih luas dibanding etika yang "distandarisasi".
"Lalu apakah tindakan para pahlawan yang membunuh para penjajah adalah tindakan yang tidak bermoral,karena tentu dia tidak senang dibunuh,tapi dia membunuh?",memang benar itu adalah tindakan yang tidak bermoral,karena yang aktif bukan sistem moral,melainkan sistem bertahan diri yang merupakan bentuk dari egoisme,moralitas itu untuk kita kepada orang lain,dan egoisme adalah untuk orang lain kepada kita,jadi tentu berbeda,tapi walaupun itu bentuk egoisme akan bisa dimaknai bila itu adalah egoisme yang dibenarkan,karena jika untuk bertahan hidup/diri tentu tidak ada yang dapat disalahkan.
Terakhir,saya ingin menjawab kebingungan saya dalam tulisan sebelumnya yang "bila kita mati karena tidak mencuri adalah moralitas,dan jika orang lain mati karena kita tidak mencuri adalah moralitas atau egoisme?",mati karena tidak mencuri bagi saya adalah moralitas ekstrem,jadi bentuknya adalah pengorbanan yang membuat pencurian/bersikap egois bagi saya tidak bermasalah,dan jika "orang lain mati karena kita tidak mencuri"
itu adalah moralitas ekstrem juga,karena tidak hanya "pengorbanan",ditambah pula dengan "mengorbankan",jadi bersikap egois bisa dilakukan jika moralitas menyengsarakan kita(silahkan beri batasnya,karena nanti akan dibahas pada pembahasan"Pay the pricsism",pada tulisan berikutnya).
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar