+Pay the pricsism
Pay the pricsism merupakan ideologi yang oportunistik dan bisa pula sebaliknya,sesuai penerapannya,dan pay the pricsism berarti merupakan ideologi konseptual saya yang ke-3 dan mungkin akan membatalkan ide-ide sebelumnya,dan seperti biasa,jika diluar sana sudah ada yang mempublikasikannya,saya benar-benar tidak tahu,saya tidak akan mengakui ide seseorang sebagai ide saya sendiri oke..,dan saya hanya menerangi hal yang sudah ada,yang keberadaannya mungkin belum disadari,selamat membaca.
Pay the pricsism,intinya adalah setiap hal yang kita lakukan memiliki harga,jadi dengan menyadari harga atas tindakan kita,kita dapat lebih siap atau bahkan siap,atas konsekuensi-konsekuensi yang terjadi/akan terjadi,jadi kita tidak berakhir dengan penyesalan atau kekecewaan yang dimaknai sebagai kejadian yang tak terduga dan tak seharusnya terjadi.
Yang secara radikal paham ini membiarkan kita melakukan apapun selama kita ingin membayar harga atas tindakan tersebut,contohnya jika anda seorang pesimis dalam hidup,harga untuk menjadi pesimis mungkin adalah "lingkungan yang supportif" karena kita terlihat tak memiliki gairah dalam hidup dan tentu akan selalu ditentang oleh yang optimis,kita harus menyadari harga tersebut dan "membayarnya",dan walaupun kita tidak mau "membayar",akan ada pula harga untuk tidak "membayar",jadi sadar atau tidaknya kita tentang adanya harga dari sebuah tindakan,mau tidak mau kita pasti akan selalu "membayar".
Atau contoh yang lebih relevan percintaan,harga dari menyatakan perasaan kita pada orang yang kita cintai adalah kenyamanan/mimpi/harapan yang sirna karena adanya penolakan,tetapi bila kita tidak menerima harganya entah karena tidak terpikirkan atau lain hal,kita akan membayar harga yang lain,dan tenggelam didalam rasa kekecewaan,keputus-asaan,dll,yang jika kita sadar dan menerima bahwa penolakan itu ada,dan harganya adalah harapan kita untuk menjalin hubungan sirna,kita hanya perlu membayar kesirnaan tersebut,dan tak membayar rasa kekecewaan,keputus-asaan,dll.
Jadi ini adalah terusan dari pembahasan "jadilah diri yang anda mau",karena jika anda siap dengan konsekuensi/harga yang buruk/mahal atas tindakan yang anda kehendaki,silahkan lakukan dan jalani,jangan sampai kita melakukan sesuatu yang kita tak sadar harganya tidankan tersebut,jika kita seorang yang revolusioner kita harus tahu bahwa harga menjadi seorang revolusioner adalah bisa nyawa kita,lingkungan kita,bahkan keluarga kita,dan jika tak ingin membayarnya,lebih baik pikirkan lagi,yang secara tidak langsung memang benar saya memperbolehkan orang untuk menjadi munafik jika harga dari kejujuran itu mahal(ini relatif silahkan maknai sendiri),karena ada beberapa kejujuran yang harganya adalah nyawa,kehidupan yang tenang,dsb,oleh karena itu munafik tidak mengapa jika itu adalah hasil dari ketidaksiapan kita untuk menerima harga dari sebuah kejujuran.
Saya-pun tidak setuju dengan pengejaran kebahagiaan sebagai keutamaan hidup seperti pada pembahasan saya yang sebelumnya karena "hidup yang nikmat" lebih penting dibandingkan "hidup yang bahagia",seperti menyatakan perasaan akan ada penerimaan atau penolakan,dan hidup-pun ada kebahagiaan,kesedihan,dll yang dapat diterima dan dinikmati,dan jika anda menikmati hidup dalam pengejaran kebahagiaan silahkan lakukan dan jika tidak ya jangan dilakukan,jadi pay the pricsism adalah ideologi yang dapat berjalan bersamaan dengan segala/banyak ideologi-ideologi yang ada,karena fokusnya adalah "kesiapan" sang pelaku,jika anda siap dengan harga hidup sebagai pesimis,optimis,sinis,dll silahkan lakukan.
Konsep ini didasari dengan pemikiran saya "bagaimana jika saya dilahirkan oleh ketua atau penatua ISIS,apakah saya berani bersikap seperti ini?",dan jawabannya adalah tidak,saya lebih baik simpan pemikiran tersebut tanpa pernah memperlihatkannya dan menjadi munafik hingga akhir hayat saya daripada kepala saya yang lepas dari badan.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar