+Persetan dengan pengejaran kebahagiaan

Kebahagiaan dipahami sebagai sesuatu yang menjadi keutamaan kita dalam hidup,kita harus mencarinya,mengejarnya,dan mempertahankannya,dan saya tidak setuju dengan itu,tentu ini akan de-motivasional,tapi ini adalah terusan dari pembahasan saya sebelumnya tentang "kebahagiaan dan kenikmatan",

bukan hidup yang bahagia,tetapi hidup yang nikmat
dengan segala penderitaan dan kesedihan yang menerjang dalam hidup,hadapi dan nikmatilah hal tersebut.

(pembahasan kali ini akan lebih terlihat personal,karena cara terbaik yang terfikirkan untuk saya membahas ini adalah dengan cara demikian,dan ini hanyalah ide,jangan kaitkan dengan saya secara personal,karena saya masih rapuh dan kurang berdedikasi untuk bisa menerapkan segala ide yang saya sampaikan) .

Memangnya sepenting itukah kebahagiaan hingga kita harus mengejarnya?,apakah pernah ada individu yang dari lahir-nya hingga mati-nya didalam kebahagiaan?,tentu tidak karena manusia adalah entitas yang dinamis,terkadang bijak,terkadang dungu,terkadang sinis,dan terkadang optimis,begitulah manusia,lalu dengan menjadikan kebahagiaan sebagai keutamaan hidup bagi saya itu merendahkan kehidupan itu sendiri,karena kita mengejar sesuatu yang statis,yang jelas-jelas kita adalah sesuatu yang dinamis,lalu kenapa ingin menjadi statis?.

Mungkin karena kestatisan merupakan harapan banyak manusia,kita mengharapkan kesempurnaan dalam hidup yang bertolak pada nirwana,disanalah ada kebahagiaan abadi karena semua yang kita inginkan pasti kita dapatkan,dan hiduplah kita didalam kebahagiaan abadi yang sebetulnya belum pernah kita rasakan apakah kita menikmati hal tersebut atau tidak.

Keutamaan untuk bahagia juga merendahkan pentingnya kesedihan,kemarahan,kegelisahan,dan emosi-emosi negatif lainnya,yang sebenarnya mereka-pun sama pentingnya dengan kebahagiaan,bahkan dibanyak kasus kebahagiaan muncul setelah emosi-emosi negatif tersebut dan rasanya akan lebih nikmat dibandingkan kebahagiaan yang dipaksakan,emosi-emosi negatif jugalah yang membuat kita berkembang menjadi lebih kuat dan matang untuk mengadapi kehidupan.

Dan harus kita sadari bahwa apa yang membahagiakan bisa menjadi menyedihkan,contohnya banyak dari kita yang memiliki kenangan-kenangan indah bersama orang tua kita,tetapi disaat mereka meninggal,kenangan itu malah menimbulkan kesedihan bukan lagi kebahagiaan,jadi kedinamisan itu adalah kodrat kita secara psikologis,jangan menyangkalnya atau bahkan kabur dari hal tersebut,yang bagi saya semakin kita mengejar kebahagiaan,semakin jauhlah kita darinya,kebahagiaan itu bukan dikejar,tetapi dirasakan dan dinikmati.

Nikmatilah kebahagiaan,nikmatilah kesedihan,nikmatilah penderitaan,nikmatilah kegelisahan,nikmatilah kecintaan,nikmatilah hidup.

(Baca juga:"Tafsir konseptual dari Kebahagiaan dan kenikmatan",untuk memahami secara lebih menyeluruh).

Terimakasih telah membaca.

Komentar

Postingan Populer