+Persepsi tentang kemuliaan seseorang
Saya akan membahas kemuliaan versi masyarakat,bukan versi yang sejati,jadi jangan disalahpahami,mungkin saya akan membahasnya dikesempatan lain yang tidak tahu kapannya atau akannya.
Ada dua jenis orang mulia,mereka yang mulia karena kesejatiaannya,dan mereka yang mulia karena ketakutannya,tetapi keduannya sama-sama mulia di mata masyarakat,keduanya sama-sama bisa dipahami,tapi memang cenderung ada perbedaan yang nampak dari keduannya,yaitu kondisi jiwanya(walaupun sulit dibedakan).
Mereka yang mulia karena kesejatiaannya,cenderung lebih emosional dibandingkan mereka yang mulia karena ketakutannya,karena mereka tahu bahwa dengan menjadi mulia hidup mereka akan aman dan tentram,jadi,disegala aspek-pun mereka akan memilih hal yang aman dan tentram baginya yang menjadikan mereka cenderung lebih rasional dan lebih mudah dikenal sebagai sosok yang mulia,dan bila mereka terlihat emosional,itu tentu bagian dari rencannya.
Namun,dalam kondisi khusus,mereka yang mulia karena kesejatiaannya dapat pula rasional,tapi itu disebabkan oleh faktor eksternal yang mendukungnya,dan mereka biasanya lebih banyak massa-nya,karena gesturnya yang natural dan rasionalitasnya,membuat mereka elegan sebagai sosok.
Lalu kenapa orang takut untuk tidak menjadi mulia?,banyak hal,pertama karena kondisi sosial yang tidak mendukung ketidakmuliaan,kedua karena menjadi mulia akan lebih menguntungkan dibandingkan tidak(dimanapun itu),ketiga karena sifat yang ingin hidupnya "damai",keempat karena adanya tujuan-tujuan yang ingin dicapai seperti pengusaha bengis yang membentuk citranya dengan menjadi mulia,agar kebengisannya susah nampak atau orang yang ingin menjadi sesuatu tetapi batu loncatannya hanya membolehkan orang mulia yang meloncatinya,setelah tercapai,beberapa ada yang melanjutkan kemuliaannya,beberapa ada yang berhenti atau menjadi "idealis",kelima karena faktor "langit",terakhir karena faktor kompromi yang memposisikan dirinya sebagai orang yang keputusannya berdampak bagi orang disekitarnya,jadi dia takut akan keselamatan orang lain.
Lalu kenapa orang menjadi mulia karena kesejatiaannya?,pertama proposisi genetik,kedua karena pemahamannya entah dari pengalaman atau membaca,ketiga karena fondasi pemikirannya yang didasari kemuliaan,keempat karena faktor spiritualitas,kelima karena faktor fanatisme,terakhir karena faktor sosial yang baginya menyedihkan,dsb.
Jika anda mendapatkan kenikmatan ketika bertindak mulia,silahkan lakukan,tapi bekali setiap apa yang dilakukan dengan ilmu agar niat sesuai dengan hasil,dan sekali lagi saya ingatkan bahwa kemuliaan yang saya bahas adalah versi masyarakat,jadi jangan disalahpahami.
Terimakasih telah membaca.
Komentar
Posting Komentar